ArtJog14

Bismillahirrahmanirrahim.

Tahu apa saya soal seni? Nothing. Kalau saya ‘berpura-pura’ bahwa saya ini ‘penikmat’ seni; bisa dikatakan bahwa saya pembual. Saya tidak tahu apa-apa soal seni, malah cenderung… kerut dahi? Entahlah. Banyak orang bilang pencinta sastra itu ‘biasanya’ kakak beradik dengan pemuja seni. Saya suka sastra, tapi jangan pernah tanya saya soal seni. Sebenarnya bukan karena saya tak suka, tapi susah sekali ‘menceburkan’ diri ke dunia itu. Dan hari ini menjadi salah satu sejarah baru dalam hidup; pertama kalinya saya datang ke pameran seni. Yes, pertama kali.

Kalau saya datang dengan niat untuk ‘menikmati’ seni, saya pendusta. Tujuan saya lebih karena dorongan saya sebagai orang visual; warna dan rupa. Tentu saja. Saya boleh dibilang datang hanya sekedar untuk ‘melihat’. Dan mengabadikan, tentu saja. Orang-orang macam saya mungkin akan terceca oleh para peminat seni, so what, kedatangan ini saya anggap sebagai percobaan, apa benar seni cocok dengan saya.

Jam 9-an saya sudah sampai di TKP. Saya langsung familiar dengan serendengan ornamen ‘aneh’ yang menyambut di bagian muka dari Taman Budaya Yogyakarta. Saya tidak begitu terkesima karena sudah melihat teman-teman saya mengaplot di medsos sebelumnya. Daripada terkesima, lebih tepat dikatakan saya berpikir. Sebelum melihat ‘kunci jawaban’ yang ada di sisi kiri pertunjukan, saya menebak-nebak dengan liar apa sebenarnya yang ingin disampaikan si ‘pembuat’ lewat karyanya. Saya gagal mungkin lebih dari 90% semua karya yang ada; saya tidak cukup cerdas untuk bisa tahu maksud karya itu tanpa melihat ‘clue’. Bahkan setelah melihat clue beberapa kali juga saya masih tidak mengerti. Oke, seni itu ruwet. Karena itu buah pikir dari puluhan kepala tanpa ada suatu aturan baku bahwa tampilan ini menginterpretasikan itu. Jadi.. seni itu subyektif? Ini masih hipotesis saya saja. Walaupun sebenarnya menurut saya para ‘penyeni’ itu menuangkan suara dalam karyanya secara gamblang; I mean, kita sebenarnya tidak perlu terlalu berpikir panjang-panjang dan cukup perhatikan saja di dalam karya mereka ‘ada apa’, that’s it. Cool enough, I think.

Apakah saya menikmati pengalaman pertama saya ini? Yes, absolutely! Buktinya saya menghabiskan waktu 2 jam untuk mengamati satu persatu karya. Tema pameran kali ini adalah politik. Selebihnya bisa dilihat di foto yang saya pampang di bawah, ada penjelasan mengenai tema ‘Legacies of Power’. Walaupun awalnya tujuan saya datang untuk hanya sekedar ‘cuci mata’, tapi akhirnya saya cukup menghayati juga isi pesan dari setiap karya. Favorit saya adalah sebuah karya yang menunjukkan lumut dan sebuat jendela dengan air di dalamnya. ArtJog14 menurut saya cukup recommended untuk didatangi, apalagi biaya masuknya hanya 10 ribu saja and fortunately, waktunya diperpanjang sampai 29 Juni, jadi yang ada waktu dan kesempatan, nggak ada salahnya datang. Asik! 🙂

Jujur aja, sebenernya saya pingin banget bisa dateng ke tempat semacam ini dengan ‘teman hidup’. Why? Karena saya penasaran dengan pola pikir ‘dia’, maksudnya, apakah dia bisa cukup cerdas untuk menarasikan persepsinya tentang apa yang dia lihat. Sayang sekali tahun ini saya masih (juga) sendiri; semoga tahun depan atau tahun depannya lagi cita-cita jangka pendek ini bisa terwujud. Aamiin 😆 :mrgreen:

Berhubung saya lagi diburu waktu, sekian saja laporan saya hari ini, selebihnya semoga sedikit foto di bawah ini bisa mengobati sedikit rasa kepenasaran 😉 😀

DSC_1065

DSC_1085

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

6 responses to “ArtJog14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s