Terjebak Cinta Baru!

Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah menunda terus, akhirnya saya gatel juga pingin mosting mengenai suatu hal yang sebulan terakhir ini menyita hati dan pikiran saya *lebay. Ampek saya cuekkin aja ini blog berdebu karena asik ngurus sesuatu itu. Berhubung seminggu terakhir ini wifi di kosan lagi kacrut, jadilah saya melarikan diri ke perpus pusat kampus yang internetnya ngebut maksimal. Sejam sebelum perpus ditutup saya akan mengulas semaksimal mungkin mengenai cinta saya yang baru :mrgreen:

523334_10151061893275868_888900299_n

Oke. Judulnya memang agak ‘mengundang’ tapi jangan harap saya bakal beberin aib percintaan saya kayak dulu-dulu ๐Ÿ˜† . Ini bukan soal cinta saya akan sesosok manusia tapi kepada suatu aktifitas. Yes. Bagi yang mantau saya di Facebook atau liat postingan beberapa waktu lampau mengenai biaya pos mesti langsung pada ngeh kalau saya lagi tergila-gila akan suatu hal; postcrossing.

Mengenai postcrossing itu apasih, mending langsung aja meluncur ke tekape atau tengok-tengok cara kerjanya di sini. Sudah sekitar 47 hari semenjak saya pertama kali bikin akun di sana dan saya rada-rada kecewa karena sampai hari ini postcard official yang saya terima baru 2 biji. Sangat sedikit ketimbang rentang waktu yang sudah dilalui. Total postcard yang saya kirim ke luar negeri (official) baru 12 lembar dan yang dikonfirmasi alias sudah sampai dengan selamat sentosa ke tujuan baru 7 kartupos. Kenapa saya bisa nyimpulin sedikit? Karena dibanding orang lain yang sering berbagi pengalamannya di grup tetangga, rata-rata mereka bisa mengumpulkan sekitar 200 lembar selama 2 tahun. Sedangkan saya, dalam waktu hampir 2 bulan baru mendapat 2 kartupos saja. Sedih? Banget ๐Ÿ˜ฅ .

Tapi terlepas dari itu semua, saya cukup hepi dengan komentar-komentar positif dari orang-orang di luar negeri sana yang terkesan dengan kartupos yang saya kirimin. Dasar saya orangnya nggak terlalu itung-itungan *eh (walaupun kerasa banget saya jadi kere total semenjak melakukan hobi baru ini -_-), saya ngerasa sudah cukup bahagia ketika orang yang saya kirimin kartupos mengonfirmasi bahwa kartupos sudah sampai ke tangannya dan doi seneng dengan kartupos itu plus jadi tahu lebih banyak tentang Indonesia, walaupun saya belum nerima kartu balesan. Semoga dengan begitu saya bakal dapet rejeki kartupos yang lebih banyak *hahahaha :mrgreen: . Aamiin. Lagian, saya agak terhibur juga karena walaupun lama nunggu official postcard, tapi ternyata di Facebook ada wadah bagi sesama postcrosser untuk bertukaran kartupos secara langsung tanpa perantara postcrossing. Jadi lebih cepat dan terbukti, saya sudah mendapat sekitar 20-an postcard yang didapat via direct swap *happyย dong ๐Ÿ™‚ .

Secara singkat *berhubung ini perpus kayaknya udah mau tutup ๐Ÿ˜ฆ , alasan saya kenapa sih mau repot-repot mainan hal yang kayaknya bagi sebagian orang nggak asik dan cuma buang-buang duit aja adalah karena saya pingin bisa jadi ‘agen pariwisata’ Indonesia walaupun dalam sektor kecil. Misal kita ngirim kartupos gitu kan secara nggak langsung mesti kita nyebut-nyebut hal baik yang ada di negara kita dong, dan saya bener-bener pingin memprovokasi dan membuka mata mereka bahwa ini loh, di Asia Tenggara, bagian dunia yang dikira masih terbelakang, dikira masih masuk dalam negara berkembang, dianggap negara miskin, ternyata ada negara Indonesia yang ternyata menyimpan banyak harapan. Selain itu ya itung-itung saya nambah temen di seluruh dunia dan yang paling penting jadi berani ngomong bahasa Inggris walaupun cuma lewat tulisan :mrgreen: .

Selain itu, hal yang saya rasain semenjak gabung dengan komunitas postcrossing, khususnya di Indonesia adalah saya jadi banyak sahabat di mana-mana. Hari-hari saya jadi tidak terasa sesepi dan segamang biasanya ๐Ÿ˜† . Beruntungnya saya, beberapa hari setelah saya memutuskan buat gabung di postcrossing, saya bisa langsung meet-up alias kopdaran ama sesama postcrosser yang berdomisili di Yogyakarta. Istilahnya, saya numpang eksis getoh :mrgreen: . Seru banget. Dapet banyak hal dan informasi.

Segitu dulu aja deh cerita-cerita mengenai pengalaman bermain kartupos dalam sebulan terakhir ini. Kalau koneksi internetnya udah bener, insyaAllah saya bakal cerita lebih banyak lagi. Untuk memuaskan pembaca, saya tampilin beberapa postcard favorit yang saya dapet dari official postcrossing maupun direct swap alias tukeran kartupos langsung dengan orang di berbagai negara tanpa perantara postcrossing. Enjoy! ๐Ÿ˜‰

Yogyakarta, 13 Desember 2013 at 9.01 PM

ALL SWAP November 2013Beberapa postcard yang saya kirim via direct swap bulan lalu.
here we goContoh postcard official yang saya kirimkan. Ini 2 postcard terakhir yang aku kirim via postcrossing.
Official22nd official postcard from Hongkong. Bagus banget!
them41st official postcard from Germany.
Bunda Dewi
Kartupos dari Bunda Dewi di Jerman. Suka banget! Kartunya cantiiikkk ๐Ÿ˜‰
Cathy - Poland.
Direct swap postcard dari Poland. Cakeb!
Jungyesol - Korsel
Favorit! Kartupos keceh dari Korea Selatan. Orang yang diajak tukeran juga baik banget. Suka pokoknyah! Lian Tsou - Japan
Dari Jepang dan ada keretanya! Hepiiiii…
Yen Shin - Malaysia
Karena aku suka banget ama kereta, kartupos satu ini juga jadi favorit. Dari Malaysia plus perangkonya unyu syekaleh >_<
answer6th
AMIYEON answer1thBeberapa komentar keceh dari orang-orang yang nerima postcard kirimanku ๐Ÿ˜€

Iklan

14 responses to “Terjebak Cinta Baru!

  1. Hai anakku #eh haahahahhaha.. Abis namanya sama sih sama namanya aya :p hobi yg asik bgt memang ya bs nambah tmn, nambah koleksi postcard jg, aku baru tau klo ada wadah sesama pecinta postcard lhoo…

  2. Waaah saya juga postcrosser, tapi baru ngirim satu kartu pos ๐Ÿ˜ฆ padahal udah register dari berbulan-bulan lalu. Soalnya nyari prangko 5 ribu di sini (saya domisili Jakarta Timur) susah banget, tarif kirim 8000-9000 jadi harus numpuk 3 lembar prangko 3000an, jadinya kartunya sempit ๐Ÿ˜ฆ

    Di tempat Kakak dapetin prangko 5000an gampang ya?

    • Hehehehe, iya ya. Kalo aku beli kartupos yang agak gede dan disiasati pakek perangko 5000 dan 2500. Malah beberapa kali pakek 3 perangko 2500. Ke seluruh Eropa 7500 dan Amerika 8000. Kalo ke Asia aja sekitar 4000-4500.

      Di Jogja sini banyak tersedia perangko, apalagi di kantor pos pusat ๐Ÿ˜€

  3. mau tanya dong. klo mw kirim coin atau pensil gitu pake pos tarif ya berapa ya? pernah ga kirim selain postcard?
    thx

    • Kalau diamplopin gitu biayanya samain aja ama biaya postcard, nyampek kok ๐Ÿ™‚
      Tapi dengan syarat ya isinya cuma pensil atau koin aja ya, nggak ada benda lain, dan koinnya juga gak banyak, karena koin kan lumayan berat, apalagi koin 500 yang emas ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s