Hidup.

Bismillahirrahmanirrahim

Just wanna write something short. Hari ini kumpul arisan keluarga dari Ayah. Tujuh hari tujuh malem Ibu saya sibuk bolak-balik rumah – pasar – dan tempat hambur duit lainnya yang pada akhirnya hanya berujung pada, ya ampun-demi-apa-yang-dateng-dikit-banget! ๐Ÿ™„

Saya cuma komentar pait aja, ‘Beli daging berkilo-kilo udah kayak mau ada hajatan besar, eh ternyata yang dateng cuma seupil’. That’s why saya lebih suka kumpul dengan keluarga Ibu yang emang banyak banget, ampek saya berpikir ini keluarga nggak akan punah, etapih kalo dari bapakke, irit banget makhluknya. Mana keluarga inti; tidak perlu saya sebutkan namanya; malah nggak dateng. Kesel? Iya! Kasian dong emak gue udah capek-capek masak :(.

And my mom just said, ‘Ntar kalo kakak nikahan pesen katering aja, deh!’. Ups. Me? Nikah? Jaman gajah? *langsung skeptis :lol:.

Potret-potret sajah;

DSC_0340

 

DSC_0338

DSC_0360

 

DSC_0379

 

DSC_0362

 

DSC_0374

 

DSC_0358

Terus, terus, akhir-akhir ini kayaknya saya sedang dibanjiri berita mengenai pernikahan, kehamilan dan kelahiran. Enggak di dunia nyata atau di infotainment beritanya meluluk soal dua sejoli.

Terus kenapa? Iri? Iya! *sewot.

Saya tuh suka mikir aja, dari dulu mau nikah muda, adaaa aja kendalanya; intinya saya dinilai masih kanak-kanak dan harus namatin sekolah dulu baru deh boleh nikah. Titik. Tau gitu ngambil sekolah yang sebentar aja deh *eh. Bukan-bukan. Masalahnya, akhir-akhir ini yang nikah tuh pada masih muda; Arumi Bachin (doi baru 19 tahun beroh! Lebih muda dari gue setaon *nggak rela), Shiren Sungkar (She’s older a year than me), Juwita Bahar (yang katanya udah mau nikah dan dia sepantar saya!), Kak Nana (kakak angkatan setaun), dan lain-lain *ampek lupa. Yang hamil juga dimana-mana, kayaknya hampir tiap hari saya denger kabar bahagia anaknya si anu udah lahir.

That’s why we call it; life. Hidup. Kalo hidup semua manusia sama pasti dunia ini bakalan gak seru. Ya, walaupun saya kebagian yang ‘kurang beruntung’ karena dapet jatah nggak bisa kayak orang-orang yang lempeung aja mau nikah muda. Jadi cita-cita saya pertama sekarang adalah menikah. Bodo deh orang mau komentar apa. Cita-cita kedua saya adalah skripsi. Tapi kayaknya sekarang harus dibalik; cepet-cepet kelarin skripsi biar saya bisa menikah. Hahaha :lol:.

Di semester 5 ini saya memutuskan untuk memilih KTI (Karya Tulis Ilmiah) alias skripsi pas KRS-an kemaren. Pede? Mesti! Kalo enggak kapan saya nikahnya? *teteup :mrgreen:. Walaupun dalam otak saya belom kebayang mau ngambil bagian apa, judulnya apa, pembimbingnya siapa dan ntar mau nulis apa, but bismillaah, semoga niat suci saya dipermudahkan oleh Allah. Berharap pas lagi nongkrong di kamar mandi atau ngelamun di atas genteng bisa dapet ilham. Hoho.

Mengenai hidup juga. Kenapa orang suka ngiri? Ngiri ama pasangannya orang lain. Enak ya si anu kuliahnya udah keren, eh dapet pasangan kece. Dan saya liat juga orang-orang di sekitar saya yang pada nikah muda, khususnya perempuan, emang dapet pasangan yang kece-nggak-ketulungan, istilahnya si misuanya emang udah bisa memperlihatkan pada ortu si perempuan bahwa he’s the best and the right one buat anak gadisnya. Ortu mana sih yang nggak mau anaknya dapet orang baik, alim, pinter? Mestinya mau. Tapi ditambah dia ‘berkecukupan’? Ketampanan bakal jadi hal kesekian juta yang dilirik ama ortunya si perempuan kalo hal-hal di atas udah ada di diri seorang laki-laki. Matre banget deh gue :lol:. Tapi bener kan, contoh kasarnya aja deh, gegara saya kebanyakan nonton infotainment sekarang :lol:, artis-artis yang nikah muda itu mana ada yang punya laki-laki biasa? Rata-rata pengusaha, pejabat atau anaknya orang-orang itu. Mereka punya kecantikan yang pada akhirnya ‘dibeli’; money talks.

Dan sekarang saya mau membandingkan hidup mereka ama saya? No! I’m not them.

Kalo saya sih nggak masalah punya laki ‘biasa’ asal dia masih mau kerja keras. Saya lebih nekenin mau punya pasangan yang seenggaknya bisa bimbing keluarganya dengan nilai-nilai agama dan nggak ngarahin ke hal-hal yang berbau duniawi. Uang bisa lah dicari-cari karena prinsip yang kita pegang adalah dengan berkeluarga rezekinya udah nggak masing-masing, tapi rezeki keluarga. Walaupun nggak punya pun he’s will be always beside me dan nggak akan ‘belok’ kemana-mana. That’s all I need. Simple, isn’t it? Tapi sedihnya, banyak yang menganggap bahwa keinginan, prinsip, konsep-konsep rancangan hidup saya semuanya teori; they said, ‘Helooo, dunia tidak seindah yang kamu bayangkan!’, mungkin benar, tapi saya tidak suka kata-kata itu. Bagi saya, orang yang berkata demikian masih mengedepankan nalar dan logikanya sebagai manusia dan tidak lagi berpaham bahwa sudah ada yang Maha Mengatur segala. Masih bilang itu teori? Bodo! ๐Ÿ™„

Saya semacam salut ama orang-orang yang mungkin di mata banyak orang ‘menyedihkan’ dan ‘belum layak’ untuk melangsungkan pernikahan tapi mereka punya tekad yang kuat untuk mendobrak nyinyiran itu. Mereka berani ‘melumpuhkan’ ujaran-ujaran yang tak bertahan selamanya dengan sebuah pembuktian. Oke bisa diakui, banyak juga mereka yang pada akhirnya kandas di tengah jalan, tapi lantas nggak bisa kita memukul rata semua keadaan. Setiap manusia punya jalan ceritanya masing-masing.

Dan saya masih di sini. Diam. Tidak menjadi ‘pendobrak’. Saya hanya menelan komentar-komentar itu dan meluapkan emosi di sini. Sama saja tidak jadi apa-apa. Tidak akan ada yang berubah.

Dan detik berlari semakin kencang. Sang pangeran semakin tua, duduk termangu-mangu di kursi usang; hidup kejam? Tidak. Semuanya suratan. Semuanya adalah jalan hidup terindah. Surely.

Bogor, 8 September at 10.10 PM

Iklan

12 responses to “Hidup.

  1. menikah itu…. bukanlah sebuah perlombaan. jadi ya tidak ada pemenang. masing-masing punya garis start dan finish sendiri-sendiri.

  2. jangankan dek fath…. aku nih nikah umur 25 kelewat masih dibilang “ya ampun ngapain buru2 nikah” ….. hiyaaaaaa….. padahal menurut khayalanku umur 25 udah siap-siap punya anak ketiga :)))))))

  3. tulisannya seru, lucu, bahasanya segar, ๐Ÿ™‚
    view fotonya juga good looking.
    Salam kenal ya fathia. Awalnya saya kira ini blog temen.
    Namanya sama, fathia. *berasa dunia ini cuma punya 1 nama fathia*

    keep write and share ya. ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s