Sudah saatnya, kah?

Bismillahirrahmanirrahim

Terdampar di salah satu website, dan membaca sebuah artikel singkat tentang you-know-lah. Bagi saya kata-katanya semacam ‘tajam’ banget, tapi bagus maknanya. Banyak lah ya orang yang hendak menikah kepentok masalah harus lulus studi dulu. Sekedar sharing aja, menurut anda, gimana? ๐Ÿ™‚

Dicopas dari sini.

Pernikahan tidak harus menunggu usia tertentu atau jenjang pendidikan tertentu atau karir tertentu. Akan tetapi kapan anak butuh akan pernikahan maka saat itulah usia nikah yang tepat untuknya . Ada sebagian orang bersemangat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan harapan mendapatkan keahlian untuk bisa bekerja di tempat yang layak. Akan tetapi ia teledor akan hal yang dibutuhkan anaknya yang setiap hari bepergian dengan lawan jenis , atau saling telepon yang hanya membangkitkan hawa nafsu. Bahkan di saat sang anak berterus-terang akan jalinannya dengan lawan jenis lalu meminta untuk menikah, tiba-tiba yang ada adalah jawaban keras dari orang tua yang memangkas keberanian dalam menyampaikan apa yang ada di hatinya. Yaitu jawaban yang penuh ego โ€œaku tidak izinkan engkau menikah kecuali engkau telah selesai kuliahโ€.

Apa yang terjadi pada sang anak, di satu sisi ia harus patuh kepada orang tua di sisi lain ia dia ambang bahaya pergaulan dengan lawan jenis. Maka iapun menyelesaikan kuliah hingga sarjana dan gelarpun di raih akan akan tetapi ada gelar tambahan yang tidak tertera bersama namanya yaitu gelar Pezina. Naโ€™udzubillahโ€ฆย Orang tua yang lalai akan keselamatan moral anaknya, yang hanya berfikir tentang karir dan gelar kemuliaan di dunia akan tetapi lalai akan kemuliaan sang anak di akhirat nanti, itulah orang tua yang akan menuai penyesalan panjang di akhirat nanti, menuai dosa zina yang dilakukan sang anak.

โ€œSebaik-baik pernikahan adalah yang dipermudah dan disegerakanโ€.

Hari ini Ibu saya menelepon. Baru saja sore tadi. Memanjatkan do’a-do’a khas orangtua. Salah satunya beliau mendo’akan soal jodoh saya. Yang entah dekat, entah jauh, entah siapa.

She said, ‘Kita tidak tahu jodohnya siapa..’,

Then, she said again, ‘Bukannya nggak boleh, tapi menikah itu perlu persiapan, jadi ya perlu lah dipersiapkan dulu..’

Nggak tau kenapa saya pingin nangis. Di satu sisi saya memang ingin menikah dini, tapi di satu yang lain saya juga nggak siap lepas dari orangtua.

Ah, semua serba dilematis.

Entahlah.

Sampai waktunya, saya hanya bisa berbuat yang terbaik. Bagi orangtua saya,

… dan bagi jodoh saya kelak. InsyaAllah.

580216_286911408075825_66268291_n

Kaliurang, 27 Maret at 7.25 PM

*Nikah yuuuk!~ :p

Iklan

37 responses to “Sudah saatnya, kah?

  1. suka sedih kalau dapat cerita yang begini, semoga para orangtua dibukakan hatinya dan sang anak diberikan kesabaran dan kekuatan untuk tetap sitiqomah

  2. subhanallah….. anak bu Antiq sudah dewasa
    ada kalimat bijak mengatakan: “tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah dan tidak akan merugi orang yang istikharah”
    daripada menduga-duga dan salah langkah, lakukan dua hal di atas: bermusyawarah dgn orangtua dan beristikharah dgn Allah”

  3. yang namanya nikah muda tuh sebenernya batasan maksimalnya berapa sih? aku dulu pengin nikah umur 23thn, Alhamdulilah meleset setaun, jadinya nikah umur 24 thn. masih berasa nikah (agak) muda juga sih, soalnya diantara teman2 sebayaku, aku termasuk golongan orang2 yg nikah duluan :p

    Masalah nikah muda sebenernya optional sih. Ada yg berhasil, ada yg nggak. Apalagi yg masih kuliah. Selama bisa bagi waktu anatara kuliah dan keluarga, dan mencari nafkah (bagi sang suami), kurasa akan fine2 aja, bahkan bisa berhasil. Tapi kalo orangnya ky aku, kynya syusyah euy. Skrg pengin S2 aja mikir2, gimana nanti sm anak2? (Suami kan bisa ngurus diri sendiri, hahahaha…).
    Ada beberapa orang yg kudengar baik2 aja nikah saat masih kuliah S1. Tapi gak jarang juga kudengar orang2 yg kurang berhasil. Karena sdh nikah, akhirnya sibuk mencari nafkah, akhirnya kuliahnya keteteran.

    Jadi, memang perlu difikirkan matang2, siapkan diri betul2, jika memang ingin nikah muda, apalagi saat masih kuliah. wokeh say? ๐Ÿ˜‰

    *tumben2 bisa nulis sebanyak ini (udah jarang nulis) ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

    • Wokeh deeeh. Kalo aku sih menganggap nikah umur 23 ke atas sudah termasuk wajar, banyak yang nikah umur segitu (walaupun banyak juga yang lebih), dan ketika nikah umur segitu, orang mandangnya ‘biasa’ aja. Aku nganggap masih muda tuh kalo orang amaze ‘wah, masih muda banget’ pas tau umur mantennya ๐Ÿ˜›

      Mangkanya, cari suami yang udah kerja aja kali ya kak, jadi lebih tenang, wkwk.. ๐Ÿ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s