I’m 19 goin’ on 20~

Bismillahirrahmanirrahim..

17114_292986677468298_445416014_n

Nggak pingin nulis panjang-panjang karena memang tidak sedang pada kadar mood yang cukup.ย Hujan-hujan gini, dingin. Hanya ditemani umpatan diriku sendiri. Bukan memaki hujan, tapi memaki keadaan. Aku salah. Memaki keadaan bukankah seperti memaki takdir? Tak pernah bersyukur, tidak pernah memberi tanda cukup. Waktu futurku sudah berkarat. Lapuk enggan, kuat pun tak mau. Tanda tanyaku sudah banyak. Musim penghujan tiba, aku bukan diguyur gerimis senja. Tapi, dikutuk mantra malam, membuatku semakin tenggelam, dalam perasaan.

Aku seperti lelah, lelah batin. Aku mahasiswi kedokteran. Merasa lebih baik disuruh melahap seluruh textbook kedokteran dibanding lemah hati seperti ini. Aku tahu, futurku karena maksiat yang ku lakukan. Tanganku, mataku, mulutku, kakiku, badanku, semuanya bagai terbelot rayuan syaitan. Apa hendak kau kata? Aku mengerikan? Ya. Diriku sendiri saja merasa diriku mengerikan. Mereka di sana tidak takut padaku bukan karena tak mau, tapi lebih karena mereka tidak tahu.

Umurku 19 tahun. Penghujung tahun sudah siap melepas jubah kesombongannya, bagai estafet, mengucap selamat datang pada periode waktu yang baru. 3 bulan dari sekarang, umurku 20. Kematian bagaikan tidak memberiku peringatan. Tidak membuatku ingat. Tidak membuatku jera. Kesulitan hanya membuatku lebih dalam lagi menggali lubang, membuatku makin sulit mencapai permukaan. Padahal, Allah hanya akan menolong hambaNya yang bersabar, kan? Bukan hambanya yang membangkang, menurutkan insting manusianya duluan.

Umurku 19, sebentar lagi 20 tahun. Aku tidak butuh dikomentari seluruh dunia atau diberi kata-kata semangat. Aku hanya ingin berbicara pada diriku sendiri, dan anggap lah kalian tidak tahu apa-apa. Aku lelah. Aku telat menyadari. Tubuhku ini sudah menangis, memohon padaku, untuk berhenti berbuat yang tak seharusnya. Mataku ini seharusnya sudah menangis dari lama. Tanganku ini seharusnya sudah gatal, ingin memukul-mukul diriku untuk mengingatkan. Kakiku ini seharusnya diam tak berkutik. Mulutku bungkam.

Kau tahu. Aku manusia biasa. Kau tidak bisa melihatku dari seberapa lebar jilbabku atau seberapa longgar pakaianku. Aku malu mengenakannya, jujur saja. Karena perilakuku sendiri.

Bagaimana aku harus bertanya, memaksa, kalau perlu mengemis pada keduanya? Bagaiman caranya aku harus meyakinkan semua orang bahwa memang jalan ini yang harus kutempuh, jalan ini yang kupilih, jalan ini yang harus kulalui agar aku bisa, sekali lagi, menikmati manisnya melakukan semua karenaNya, melakukan semua sesuai dengan keinginanNya.

Hampir 5 tahun. Dan apakah aku harus menunggu lebih lama lagi? Mungkin kalian mencemoohku, memandangku sebelah mata pada akhirnya. Aku tidak menyalahkan kalian. Kalian benar. Tapi, ku mohon, jika kalian masih ada rasa bahwa kita ini saudara, layangkan do’a untukku agar dipermudah akan satu keinginan. Keinginan yang harus tertunda entah sampai kapan. Jangan dikira aku menikmati semua ini. Wallahi, tidak! Aku ingin seperti kalian, benar-benar ingin seperti kalian. Semuanya ditaburi pujian, diberi penghargaan. Bukan inginku, bukan inginnya, untuk terus begini. Tapi langit masih menahan terkuaknya sebuah takdir, yang hanya menimbulkan tanda tanya. Kapan…

Aku hanya bisa mengarang cerita sendiri. Mengarang keinginanku, tanpa melihat kenyataan, bahwa izin itu belum dilayangkan. Rasanya bisa gila. Memikirkan ada kemungkinan jubah hitam lebih dulu menjemputku sebelum masa itu. Aku ingin sekali menikmati hidup seperti dulu. Bebas bergerak tanpa dihimpit sesak, khawatir, cemas, gelisah.

Aku berharap, ketika sampai umurku nanti. 20. Beri aku harapan..

Yogyakarta, 18 Desember 2012 at 5.30 PM

Iklan

22 responses to “I’m 19 goin’ on 20~

  1. Sebaris doa buat Non..semoga apa yang menjadi harapan terkabulkan…semoga Allah memberikan yang terbaik buat hidup Non….

    Bersabar? terdengar klise ya kalimat ini..tapi memang sepertinya ini yg tepat buat Non…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s