[SHORT POEM] 55# Rindu

Kosong Lima lima.

Kemarau pun rintiknya tetap menari di jalan lalu lalang, ataupun kolong jembatan tempat kumuh pemukiman.

Hujan memang menyenangkan.

Menggetarkan selaksa hidup.

Membiaskan makna cinta.

Tiap dentingnya mengajak kita ke masa lalu.

Mengenang masa-masa yang telah beku. Mati abadi.

Dengan hujan, angin dinginnya menggugurkan daun sebagaimana diterbangkannya ia kemudian, sambil berbisik : Aku rindu.

Ya, dia memang rindu..

Bogor, 26 Juni 2010.
Fathia pengeja kata-kata kosong.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s