[SHORT POEM] 29# Asa

Kosong Dua Sembilan.

Biar asaku dibawa mengalir tetes gerimis pagi ini.

Biar diam yang mengatakan salam perpisahan, tak apa.

Dia yang pemberani adalah dia yang berani berkata ‘ya’ dengan jelas atau ‘tidak’ dengan tegas.

Dia sudah memilih dan kau jangan ganggu.

Akan ku rajut luka-luka itu walau sampai akhir dunia.

Pergilah. Berbahagialah.

Dengan angin timur yang akan membawamu menuju syurga..

Bogor, 28 Juli 2010.
Fathia pengeja kata-kata kosong.

Reblog from (RIP) http://katakatakosong.multiply.com/

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s