Balada Tiga Gunung

Bismillahirrahmanirrahim..


Balada tiga gunung? Apa maksudnya, Fath? Mari dengarkan cerita pendek saya di siang ini 🙂

Rumah saya sebenarnya terletak (hampir) di pinggiran kota Bogor. Tapi, karena pembangunan yang cukup pesat jadilah rumah saya sekarang termasuk berada di tengah kota. Pembangunan tol dalam kota yang besar-besaran (ada dua tol baru yang dibuat di sekitar rumah saya [akses ke sentul dan antasari]) membuat daerah tempat saya tinggal diminati orang-orang jakarta. Otomotis banyak daerah-daerah yang tadinya tidak laku sekarang masuklist teratas soal harga tanah. Jalan-jalan banyak yang dibeton dan diperbesar, sehingga makin ‘asik’ lah saya sebagai warga Bogor yang notabene doyan mondar-mandir ke mana tau.

Semenjak tahun lalu, saya sempat tinggal di rumah nenek saya selama 7 bulan karena nenek saya sakit jadi saya pindah lahan untuk menemani nenek dan kakek di sana. Rumah nenek kakek saya terletak di pusat ‘real‘-nya Bogor dan terletak tidak jauh dari sekolah saya. 7 bulan lamanya tinggal di pusat kota membuat saya lupa akan ‘kandang’ saya yang sebenarnya. Makanya saya terbengong-bengong ketika suatu hari saya balik lagi untuk tinggal di rumah aseli saya untuk mendapatkan suasana kondusif karena mau ujian nasional (soale di rumah nenek saya itu sering dapat kunjungan saudara dan makanan yang berlimpah #apa hubungannya coba :p). Ketika saya kembali, jalan-jalan yang tadinya menjadi ‘biang kerok’ kemacetan karena di sana ada perempatan dan jalannya memang kecil banget dengan ajaib bim salabim sudah disulap menjadi jalan yang lebar, dibeton pula, ada lampu merah pula. Saya kepikiran ama bapak-bapak yang tiap hari ngatur lalu lintas di sana, mata pencahariannya setelah tugas sucinya digantikan oleh lampu merah apa, ya?

Kembali ke rumah sendiri bikin saya bete berat. Bukan apa-apa, yang tadinya saya sudah terbiasa dengan jarak yang dekat dari sekolah (cukup dengan jalan kaki selama 10 menit lanjut naik angkot nggak nyampek 5 menit), harus kembali melewati perjalanan panjang dari rumah ke sekolah sebanyak 7 km dengan waktu minimal 30 menit (itu juga jarang-jarang). Alhamdulillah, ibu saya berbaik hati untuk mengantarkan saya setiap pagi, jadi lah saya sedikit terhibur #dasar pemalas :D.

Nah, ada satu hal lagi yang baru saya ketahui tentang pembangunan akbar di kota saya ini. Ceritanya saya tinggal di daerah kedunghalang yang jalan masuk ke komplek saya itu tuh berkiblatan dengan salah satu daerah yang cukup beken di Bogor : Tanah Baru. Tadinya, orang-orang paling males lewat daerah itu karena selain minim angkot 17 (trayek dari pomad – pakuan), jalannya yang udah kayak permukaan bulan itu beresiko bikin kita sakit pinggang atau syaraf kejepit. Aseli deh, siap-siap aja badan remuk redam kalo lewat sana. Nah, berhubung dibuat akses tol baru dari talang bogor ke sentul, ada salah satu exit tol ke tanah baru juga, jadilah jalannya sekarang dibeton dan mulus serta angkot 17 makin menjamur. Ibu saya pun dengan gembira tralala rajin mengantarkan saya pergi ke sekolah, tapi satu hal yang menjadi kekurangannya adalah jalannya masih juga kecil dan hampir setiap pagi terutama hari senin, ibu saya dibuat senewen oleh tukang angkot yang doyan ngetem dan berhenti sembarangan (saya hanya bisa istighfar dan dengan santai sarapan #padahal hati udah jedug-jedug ngeri, takut-takut para abang angkot itu juga ikut senewen dengan aksi ‘brutal’ ibu saya, haha :D).

Karena mintas jalan lewat tanah baru, waktu saya untuk sampai di sekolah relatif menjadi lebih singkat. Yang tadinya perlu waktu hampir sejam lamanya, bisa disingkat jadi hanya 20 menit (kalau dianter), dan 30 menit kalau menggunakan kendaraan umum. Tapi, sebenarnya bukan soal pembangunan besar-besaran di kotaku ini yang hendak saya ceritakan, juga bukan soal jalan-jalan yang sudah pada dibeton (jadi dari tadi kau ini cerita apa, Fath -,-).

Ibu dan saya gemar sekali berangkat pagi-pagi sekali dari rumah. Jam 6 kurang 10 biasanya kami sudah keluar dari rumah. Ada alasan tertentu yang membuat kami rutin menjalankan kebiasaan tersebut yaitu tiga buah gunung.

Jadi, kalau ke sekolah melalui jalan tanah baru itu, saya bakal nembus ke daerah terusan indraprasta (deket bogor baru). Nah, dari terusan jalan itu saya bakal teruuuus menusuri jalan ke selatan dan saya akan melewati sebuah jembatan layang yang di bawahnya adalah jalan tol bogor. Itu lah inti inti cerita saya. Jembatan layang itu adalah spot paling ‘wah’ bagi saya di tiap pagi saya. Kenapa? Karena, bila cuaca sedang bagus maka tiga buah gunung akan menyuguhkan saya dan ibu sebuah atraksi yang luar biasa indahnya. Langit yang masih jingga oranye menari-nari di hamparan mata. Anak matahari mengerling genit dari dua gunung di timur raya. Dan sebuah gunung berkacak gagah di barat sana. Walaupun berangkat sudah agak siang, tapi pertunjukkan mereka tetap tidak mengecewakan. Berpose di depan latar biru langit yang bergradasi. Lovely.Orang mungkin menganggap saya berlebihan, tapi tidak, saya berkata yang sesungguhnya. Sungguh amat cantik. Mungkin banyak orang yang masih tidak meny
adari keindahan itu walau setiap hari mereka melewatinya, sedangkan saya sampai sekarang masih kecewa karena belum sempat mengabadikan momen-momen cantik mereka.

Jadi, di setiap pagi saya selalu standby untuk menonton pertunjukan mereka. Kalau lewat jembatan layang itu saya akan langsung otomatis melayangkan pandang pada 3 buah gunung itu seakan berkata, “Apa kabarmu pagi ini?”. Dan sampai hari ini tadinya saya tidak tahu nama dua buah gunung yang berdiri di timur, sedangkan yang di barat saya sangat tidak asing : gunung salak. Setiap hari saya bertanya pada Ibu, “Gunung apa ya itu?”, saya menebak itu adalah gunung pangrango, tapi saya tidak yakin. Dan tadi pagi, guru bahasa inggris saya entah mengapa berbicara begini, “Iya ya, Bogor ini dikelilingi 3 gunung : salak, gede, pangrango, kalau meletus semua habis lah..”. Got it! Akhirnya saya tahu gunung apa saja mereka itu 😀

So, buat kalian-kalian warga bogor atau siapa pun yang suatu hari lewat jalan itu, tonton deh balada tiga gunung itu, insyaALLAH kalian akan tersenyum senang dan hari-hari kalian jadi indah #ihirr.

Segitu aja deh ceritanya, udah panjang juga ya 😀

Bogor, 6 April 2011 at 3.34 PM
Teruntuk tiga gunung yang selalu membuat pagi-pagi saya indah
# Foto Gunung Salak taken by me, dari deket masjid raya bogor.
Iklan

10 responses to “Balada Tiga Gunung

  1. dulu aku juga pas SMA berangkatnya pagi2 buta fath..jam setengah6 dari rumah..tapi itu karena rumah saya yang emang jauh..jadi pengen liat balada 3 gunung itu..

  2. srisariningdiyah said: alhamdulillah aku sudah sempat berada di puncak2 tiga gunung itu di masa lalu… :)selamat sore menjelang malam, fath…

    Waaah, subhanallaah, kereennn, indah sangat ya pastinya? :DSelamat siang bu pres 😀

  3. imadr said: dulu aku juga pas SMA berangkatnya pagi2 buta fath..jam setengah6 dari rumah..tapi itu karena rumah saya yang emang jauh..jadi pengen liat balada 3 gunung itu..

    Iya, saya deket soale, segitu juga termasuk pagi karena sampai sekolah aja masih kosong dan kelas masih dikunci, hehe.InsyaALLAH nanti kalau sempat difotoin 🙂

  4. fathiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku juga sebulan sekali mah ada kalo liat itu.. setiap ke gramed pajajaran. subhanallah.. gunungnya emang indah banget….fath, tadi ikut ke braja mustika ga? aku liat anak2 smanti. tapi ga liat fathia. cuma sempet liat yusra.

  5. hz86 said: fathiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku juga sebulan sekali mah ada kalo liat itu.. setiap ke gramed pajajaran. subhanallah.. gunungnya emang indah banget….fath, tadi ikut ke braja mustika ga? aku liat anak2 smanti. tapi ga liat fathia. cuma sempet liat yusra.

    Hehe, yap.. Dari masjid raya juga keliatan kan ma. Keren pisaaannn.. Subhanallaah~Gak ikut, wiiih, hebat Isma ikutan. Dari smanti yang ke braja mustika mah para master matematika, dan aku tidak termasuk di dalamnya B-)

  6. oooh… para master. kalo di aku, yang serasa bapaknya butuh BIMBINGAN KHUSUS… hohoho..iya di mesra keliatan, tadinya juga mau ngomong gitu.. hehehe

  7. hz86 said: oooh… para master. kalo di aku, yang serasa bapaknya butuh BIMBINGAN KHUSUS… hohoho..iya di mesra keliatan, tadinya juga mau ngomong gitu.. hehehe

    Jiaaah.. Jadi mau lanjut ke mana, Is?Tempat anak-anak mentoring di mesra, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s