Hari FB [FlashBack]..

Bismillahirrahmanirrahim..

Yeee.. entah mengapa hari ini aku merasa amat sangat bersemangaaat sekali untuk menulis. Alhamdulillah, Yaa Rabb. Sudah lama sekali tak ku rasakan feel nulis yang seperti ini. Benar-benar full of mood. Hehe.

Hari yang menyenangkan. Of courseee, wiken selalu menjadi hari yang tiada duanya. Setelah seminggu penuh dengan ujian, tugas, dan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah, bernafas sehari saja di hari Ahad rasanya sudah begitu bahagia, apalagi kalau libur 4 hari? Oh, sungguh dunia begitu indah terasa –halah–.

Hari ini, ku namakan hari FB. Bukan, bukan hari Facebook, tapi hari FB adalah hari FlashBack. Maksa? Heheu, ya maap 😀

Apa yang dimaksud dengan hari Flashback? Yak, mari dengarkan diriku bercerita, yang bisa kalian lakukan adalah sediakan makanan dan jangan lupa untuk sesering mungkin memejamkan mata karena aku tak menanggung bila mata Anda sampai kering membaca tulisan ini, hehe.

______

Hari ini hari berjalan sangaaat lambat. Iya, sangat lambat. Saking lambatnya aku bersiap-siap sampai terlambat. Pergi sekolah dengan terbirit-birit, alhamdulillah, nyampe sekolah belum telat.

Pelajaran berjalan dengan sangat daaaatar. Pelajaran pertama Biologi, oke lah, cukup menarik, apalagi ketika guruku menyuguhkan PPT dan pidioh mengenai sistem pernafasan. Subhanallah.. aku tak hentinya berdecak kagum, betapa apa-apa yang ALLAH ciptakan sangaaat bermanfaat dan subhanallah, ALLAH mengaturnya dengan begitu sempurna sampai ke detil yang terkecil. Tidak mungkin, garis bawahi! Tidak mungkin ada satu pun manusia di dunia ini yang mampu menciptakan yang demikian itu. Boro-boro nyiptain, memikirkannya aja nggak akan mampu. Karena apa? Karena akal manusia terbatas, sedangkan ALLAH tidak.

Lanjuuut, pelajaran kedua, Bahasa Inggris. Udah komat-kamit ngafalin formula tenses karena katanya mah hari ini ulangan. Taunya nggak jadi [lagi]. 

Dan inilah FB yang pertama mau ku jabarkan.

Guru Bahasa Inggrisku bernama Bu Munawaroh. Biasa dipanggil Bu Muna. Banyak yang menganggap Bu Muna itu guru yang kurang menyenangkan, galak, and deelel syalala komentar miring lainnya tentang beliau.

Dan mereka semua salah besar! 

Iya, salah besar. Wong hari ini fakta membuktikan, Bu Muna membawakan pelajaran hari ini dengan begitu menyenangkan. Membuat suasana di kelas menjadi hidup. Jadi ceritanya Bab.yang lagi dibahas itu mengenai ucapan congratulations. Ditanyalah satu persatu murid-murid di kelas sampai akhirnya tiba giliran Abay Sang ketua kelas.

“Kamu pernah dapet ucapan selamat ketika apa?”, oceh Bu Muna yang tentunya dengan Bahasa Inggris [translate saja lah lebih enak, heu].

Tampak Abay terbengong dan terbingung ria sambil mikir. Tak lama cengiran hadir di wajahnya.

“Pas saya punya pacar, Bu!”

Wuuuu… bzzzsssttt… waaa waaa.. ngiung ngiung.. krokok! Tokkek.. nggg.. %$$@%%^*), kelas tiba-tiba rame dengan komentar. Emang sempet gempar satu kecamatan pas Abay temenku itu mengumumkan bahwa dia punya pacar yang tepatnya merupakan anak satu sekolah yang cuma beda kelas itu. Hah, cuh… 

Bu Muna ikut-ikutan cengir-cengir gak jelas dan bertanya dengan penasaran,

“Bagaimana ucapan yang kamu dapatkan?”

“Ya, selamat aja gitu Bu, gimana teh Cha waktu lu ngasih gue selamet?”, Si Abay malah tereak ke temen sekelasku yang lain, Icha.

“Ya intinya ucapan selamat lah ya..”, Bu Muna memotong tidak sabar. Kelas hening sejenak sebelum akhirnya Bu Muna melanjutkan kembali.

“Ibu dulu punya mantan 6. Tapi dulu mah Ibu nggak pernah macem-macem, makanya suami Ibu aja yang pertama menyentuh Ibu.. Ya walaupun Ibu dulu mah salaman ya salaman aja biasa, walaupun Ibu tau itu dosa..”, Bu Muna bercerita sambil mengedarkan pandangan ke seantero kelas. Mataku sempat beradu pandang dengan beliau.

“Beda ama anak jaman sekarang, kalo pacaran meuni parah banget…”

Ah, enak juga langsung nikah. Nggak ada pacaran, nggak ada mantan. Aku iseng berceletuk dalam benak. Iyalah, kalo diomongin mau dilemparin batu ama orang satu kelas hapah. Heu..

Trus ya Bu Muna bercerita tentang gank-nya dulu yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan beliau sendiri yang perempuan. Hah, pokoe ya begitulah, intinya beliau Flashback ke masa lalunya..

20 menit sebelum pelajaran berakhir beliau menitahkan anak muridnya untuk mengambil selembar kertas dan menempelkannya di belakang badan masing-masing. Ow ow.. ternyata kita akan memulai permainan menilai orang lain. Flashback lagi aku. Teringat ketika jaman kelas 3 SMP, pas mau kelulusan aku meminta teman-temanku menuliskan opini tentang seorang Fathia.

Seru juga permainannya. Jadi tau apa opini orang tentang diri kita…

____

Pulang sekolah Ipi mengajak Aku dan Fara untuk menjelajah daerah Suryakencana. Rencananya Fara mau beli alat-alat buat bikin karya tangan. Ipi bener-bener mempromosikan sekali deh pokoe daerah surya kencana karena katanya di sana itu adalah tempat paling murah sejagat –lebay–. Aku pun manut saja. Setelah sholu dzuhur di musholla sekolah kita pun melangkahkan kaki menuju TKP. Wuuusshh..

Hujan turun lumayan lebat ketika kita sampai di suryakencana. Berhubung surken (singkatannya) adalah daerah pasar (dekat pasar Bogor), maka suasana ramai pun tak dapat dihindari. 

“Seneng ih ke sini, banyak buaaahhhh..”, seruku ketika melewati beberapa pedagang yang menjual beraneka ragam buah. Sudah lama sekali tidak ke Pasar Bogor, kangen juga dengan masa kecilku di mana dulu Ibu sering sekali mengajakku ke sana untuk berbelanja. Aku Flashback ke 8 tahun silam.
.

“Norak lu, Fath..”, tohok Ipi. Ah, biar aja norak, kan hanya mengekspresikan kegembiraan saja –halah–.

“Ya kau kan udah sering ke sini makanya biasa aja..”, kelitku membela diri. 

Si Ipi cuma nyengir aja.

_____

Kita pun berjalan sedikit dan begitu sampai ke jalan utama surya kencana, kita langsung disuguhkan dengan pemandangan bunga yang beraneka ragam rupa dan warnanya terjajar di sepanjang jalan. Wuaaah.. mataku langsung membelalak melihatnya. Bunga aseli! Dijual pula.. waaa.. seneng sekali.. kayak orang norak aku langsung bilang ama Ipi, “Mau beli bungaaa..”. Subhanallah.. aseli warnanya bagus-bagus sekali. Dan, masya ALLAH.. 13 tahun sudah aku berdomisili di kota ini tapi kenapa baru ngeh dan nyadar kalau Bogor punya tempat seindah ini… Subhanallah.. (well, yang namanya pasar memang kurang bisa dibilang indah, tapi bagiku, di sana nampak begitu indah, i like the atmospher, the people, and the flowers absolutely :D). Apakah aku terlalu lama berada di dalam goa sehingga tidak sadar akan adanya dunia luar (jangan hiperkorek deh, Fath! :p). Yang pasti bahagia sekali rasanya ada di sana.

Suasananya campur-campur. Seperti daerah Empang (deket BTM) yang merupakan tempat pemukiman orang-orang Arab, nah, surken ini adalah tempat bermukimnya orang-orang Tionghoa. Maka, tak heran sepanjang jalan di sana banyak sekali lampion-lampion khas china yang tergantung, apalagi hari ini merupakan hari raya mereka. Pemandangan yang bagus bagi yang suka hunting foto. Hehe. Tapiii, ngomong-ngomong foto, sedih juga tidak bisa mengabadikan suasana di sana, karena hapeku tercinta sedang masuk rumah sakit selama seabad lamanya, dan karena tidak tahu mau ke surken tentulah aku juga tidak membawa kamera, huks. Padahal bunga-bunganya baguuusss sekali kalau difoto. Jadilah aku dan Fara mengandalkan HP Ipi untuk mengabadikan momen-momen tersebut.

Okeh lanjut. Pertama kami ke sebuah toko yang bernama PKS. Entah karena orang Tionghoa nggak suka yang ribet-ribet ato pegimaneh aku juga nggak ngerti, hampir seluruh toko di sepanjang jalan itu menggunakan nama singkatan. Cuma terdiri dari 2 atau 3 huruf. Yasulah, yang pasti pas kita melangkah masuk ke toko tersebut, kita langsung disuguhkan dengan pemaaaandangan mainan di seantero toko. He? kagak salah nih masuk toko mainan?

“Kau katanya mau boneka beruang segede gambreng, Fath..”, ujar Ipi menjelaskan. 

What? Aku? Boneka beruang? Aku berfikir keras.

“Waktu ke gramed, pas kau ngeliat boneka beruang kau bilang ‘Wah enak nih buat ditinju'”, makanya gue bawa lu ke sini..”, ujarnya dengan tertawa. Dasaaarrrr, iseng banget tuh anak. Lagi-lagi di tempat ini aku Flashback. Kali ini tidak cuma aku yang Flashback ke masa kecil dulu, tapi Ipi juga Fara. Pas kita ngeliat mainan yang bisa ditulis-tulis terus dihapus, terus mesin penghitung uang, boneka teletubbies yang dulu pernah jadi fenomena, Skuter, dan banyak yang lainnya yang merupakan mainan masa kecil kita. Lucu banget, berasa masa itu tuh udah semellenium lamanya tertinggal di belakang, hehe. muter-muter bentar, akhirnya ku putuskan untuk membeli celengan. Haha. Bukan apa-apa, hanya untuk mengamankan uangku saja, jadinya aku memutuskan untuk beli celengan dan akan memasukkan uangku ke sana biar nggak ke pake. Sengaja beli yang nggak bisa dibuka ataupun dicongkel biar awet uang-uang itu di dalam. Aku dan Fara sepakat untuk lomba siapa yang paling cepet bikin celengannya berat. Dan aku berfikir untuk mengisi celengan itu dengan kerikil dan koin agar cepat berat (hehe, ya kagak lah).

“Tapi Fath, bingung juga ntar kalo udah kekumpul banyak uangnya buat apa..”

“Buat menjelajah aja Far… Kita namakan Celengan Keliling Dunia”, jawabku dengan semangat berapi-api.

Jadilah celengan itu akan menjadi modalku dan Fara untuk berkeliling dunia. Ya, setidaknya bermimpi itu boleh kan walaupun nanti mungkin jadinya cuma ke antar kota antar provinsi, hehe..

_____

Setelah dari toko PKS, kita pun masuk ke sebuah toko yang bernama Sinar Abadi. Toko itu menjual peralatan tulis, jam, dan lain sebagainya. Pas masuk toko itu rame banget, padahal tokonya cuma segede uprit. Gaya tokonya itu seperti toko-toko klontong lama yang mengingatkanku pada film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi [tuh kan Flashback lagi], hehe. Tapi bener deh aseli kayak gitu, apalagi yang berjualan adalah para orang tionghoa, komplit sudah. Fara mau beli cat acrylic, tapi karena tokonya memang rame banget dan lamaaa sekali kita menunggu, daripada buang waktu kita pun keluar dan melanjutkan perjalanan ke satu toko lagi. Toko AA, kata Ipi itu toko kayak gramed tapi dengan harga jauuuuh lebih murah.

Dan benar saja, aku dan Fara yang biasa jadi konsumen di Gramed terbelalak melihat perbedaan harga antara gramed dan toko AA itu. Gimana nggak, barang yang sama di toko AA harganya bisa lebih murah sampai 50 % bahkan lebih. Sempat aku berfikir, berarti gramed ambil untung banyak banget dong yah? Itu baru di lantai 1 aja kita heboh  ngeliat harganya yang ternyata masih bisa dijangkau kocek pelajar, di lantai 2, wuuuh, lebih kalap lagi kita, hehe. Bukan apa-apa ternyata di lantai 2 menjual buku-buku bacaan dan bener kata Ipi, lengkap! Kayak gramed tapi orang-orang kurang tau aja toko itu. Mantabs lah, aku jadi tau referensi tempat buat beli peralatan tulis. Dan pukul 2 siang pun kita keluar dari toko itu dengan tanpa membeli apa-apa, hehe –promosiin doang :D–.

_____

“Piii.. mau beli bunga..”, aku yang masih takjub dengan bunga yang segitu banyaknya masih kekeuh pingin beli bunga. 

“Sok atuh di sana tuh banyak..”, kata Ipi dengan menunjuk tempat orang yang jual bunga –yaiyalah jual bunga, masa jual gorengan, heu–.

“Mahal nggak ya kira-kira..”, tanyaku ragu. 

“Nggak lah.. coba aja tanya dulu..”

Aku pun menghampiri seorang bapak penjual bunga dan menanyakan harganya. Tidak mahal juga tidak murah. Aku pun dengan alot menawar harga bunga-bunga itu hingga sampai lah kita pada harga kesepakatan. Dan aku pun dapat membawa 3 macam bunga. Salah satunya bunga mawar merah, yang 2 lagi aku lupa namanya apa ya.. –toeng–. 

_____

Udah puas karena sudah dapet bunga [hehe], kita pun sepakat untuk nyari makan. Karena semuanya udah lama nggak makan soto kuning khas Bogor, maka kita pun
berkeliling mencari sesuap soto –halah–, Ipi mengajak aku dan Fara ke tempat soto langganannya. Kita pun memilah-milah daging yang mau dimakan, dan here it is… Soto kuning ala Bogooorrr…^ ^

___

Udah kelar makan [alhamdulillah], kita pun berjalan sedikit dan memutuskan untuk berpisah karena waktu sudah menunjukkan pukul 3. Ketika melewati seorang bapak-bapak yang menjual martabak, Ipi berbicara sambil berbisik,

“Nih, kalo kalian mau beli martabak, beli di sini, ini martabak paling enak sedunia…”, dan benar saja pas aku dan Fara melihat martabak yang sedang dibuat, kita dibuat ngokcai (ngalohok bari ngacai) melihatnya, hehe…

Sudahlah segitu saja ceritaku di pagi ini. Udah mau jam 8 euy, kudu siap-siap mari kita ta’lim.. 

Oiya, bagi yang mau tau surken, dateng aja ke Bogor, lokasinya itu deket Pasar Bogor dan Kebun Raya Bogor.

Ya begitulah mengapa kemarin itu aku namakan hari FB alias hari Flashback, karena kemarin itu banyak sekali hal-hal yang membuatku berflashback ria ke masa lalu… Subhanallah, betapa sudah lama sekali waktu itu berlalu.

Hokeh, belum terlalu panjang tapi sepertinya dicukupkan saja lah.. Perlu adaptasi kembali untuk bisa menulis panjang lebar, hehe.

Mari…

—-

Bogor, 140210 at 7.47 AM

[TANYA] >> Kenapa MP-ku nggak bisa juga untuk masukkin foto ke blog? Sedih.. T^T

Iklan

22 responses to “Hari FB [FlashBack]..

  1. Guru bahasa inggrisnya fathia… huehuehe…guru bahasa inggris saya mah secara masih muda jadi nyambung aja kalo masalah itu *tunjuk2 kata ‘pacaran’*dan beliau juga sering ngetawain ato tepatnya nyindir, mungkin, anak2 yg pacaran. beliau sih nerima2 aja kalo ada murid yg curhat sama beliau tentang cowo/cewenya. tapi itu tadi, beliau pernah bilang kalo beliau rada geli ngbantu masalah ‘anak-anak itu’.”masih kecil aja, heh. ngeri bener masalah antara pasangan”

  2. yukinahawmie13 said: Guru bahasa inggrisnya fathia… huehuehe…guru bahasa inggris saya mah secara masih muda jadi nyambung aja kalo masalah itu *tunjuk2 kata ‘pacaran’*dan beliau juga sering ngetawain

    Iya, suka hiperbol ceritanya juga. “Dia selingkuh, aku udah nggak kuat lagi..”, ck.. belum juga nikah udah segitunya.. huff.. jaman sekarang.. –geleng2 kepala sok tua–

  3. fathia27rhm said: “Dia selingkuh, aku udah nggak kuat lagi..”

    Masya Allah, beneran deh anak2 itu.Aduh, aku ga tau harus kasihan atau ketawa. Dulu aku kadang jadi tempat curhat juga, Fath. Tapi sekarang –alhamdulillah– ga lagi kalo masalah begonoan. geli, ah. aku sih udah ngomong kalo masalah pacaran aku ga bakal nyambung. jadi jangan diajak ngobrol ato jadi tempat curhat utk masalah ini

  4. Wehehe.. sama Yun aku juga kadang jadi ‘tempat sampah’ masalah kayak gitu. Dan alhamdulillah, dinasehatin pelan-pelan mulai lah pada berguguran dan kembali ke jalan yang benar –tsah–

  5. seharusnya tidak ada masalah ya? aku check di mp setting tidak ada yang menyebabkan kita tidak bisa taruh photo di journal. coba test buat jurnal baru dengan gambar jpg yang lebih kecil, dari kompi atau link photo.

  6. tiarrahman said: seharusnya tidak ada masalah ya? aku check di mp setting tidak ada yang menyebabkan kita tidak bisa taruh photo di journal. coba test buat jurnal baru dengan gambar jpg yang lebih kecil, dari kompi atau link photo.

    sudah dicoba pak tapi tetap nggak bisa. Entah kenapa..

  7. azzahramuslimah said: Fath, itu yang toko AA jual alat tulis aja atau ada buku2 juga?

    Ada buku-buku juga kak, buku Islamnya juga lumayan banyak.. di lantai 2 buku-bukunya. Ke sana aja.. murah meriah euy ^ ^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s