Apakah Ayah……..? *hhiks, jangan Ya Allah!* :(

Bismilllahirrahmanirrahim…

Huaaaa… semalam aku mimpi buruk banget, banget, banget! Mengerikan…. hhiks…. apa? Gak akan kuceritakan, tapi ada hubungannya dengan percakapanku dengan Ayah dibawah ini,

Waktu itu masih pagi, aku lupa tepatnya kapan. Seperti biasa Ayah nangkring depan TV, nonton berita. Aku pun turun dari lantai atas dan duduk di sebelah beliau. Dan meluncurlah sebuah cerita dari Ayah.

“Kak tau gak?”

“Nggak..”

Ayah senyum…

“Tadi pagi, jam setengah 5, Ayah kan lagi tidur, eh, kaki ada yang noel (nyentuh, nyentil, sejenis itu lah), berkali-kali.”

“Hah? Serius?”, aku yang tadinya terfokus dengan berita di TV, mengalihkan perhatian ke Ayah.

“Iya…”

“Masa sih…”, dengan berbalut kebingungan aku pun berpikir, apa iya? Setauku nih rumah kagak pernah ada gangguan apapun, udah 12 tahun tinggal disini gak pernah tuh ada yang mengeluh melihat atau mengalami yang aneh-aneh. Kecuali Ayah, mungkin.

Hening, Diam.

“Ibu kali, Yah…”, ucapku cepat. Kulihat Ayah menggeleng.

“Ayah kira juga Ibu, tapi pas Ayah liat Ibu masih tidur, masa Ibu iseng…”

“Serem amat…”

“Ambil positifnya aja kak, jam segitu dibangunin, mungkin Ayah disuruh shalat shubuh…”, jelas Ayah sambil tersenyum.

“Iya yah…betul..betul…”, rada lega dengernya, walau belum sempurna hilang kengerian yang ada.

“Ayah sering kayak gitu, Kak, jam 3 jam setengah 4 ada yang noel kaki, disuruh tahajud mungkin…”

“Hmmm…”, aku pun ngangguk-ngangguk sok setuju. Padahal mah…… serem…

“Ayah kok sering ya ngalamin ya kayak gitu, kayak waktu itu Ayah ngeliat kayak ada yang lewat, turun dari lantai atas, tapi pas ngedip lagi, udah gak ada…”

“Hueeee… serem amat! Kamarku diatas pula, hhu…”

“Hhe, gapapa, kakak mah kan pemberani..”, halah cuih! Tapi emang ada benernya sih , aku bisa dibilang bukan seorang penakut, ngomong sih ngeri, serem segala macem, tapi kalo ditinggal sendiri dirumah ampe jam 11 malem juga hayuk weh, no prob! Beda ama adekku yang cowok tapi mental banci .

“Apa Ayah udah mau meninggal yah? kan kata orang kalo sering kayak gitu, katanya udah mau meninggal…”, tanya Ayah.

Plaassshhhh! Aku diem. Gabisa ngomong. Kulirik wajah Ayah. Pias, tapi tetap berusaha tenang. Bukan hanya kali ini Beliau berbicara soal kematian, teramat sering Ayah berbicara soal “Jika Ayah meninggal..”. Hiks. Ingin rasanya kupeluk ayah saat itu, tapi rasa sedih dan takut mengalahkan segalanya.

Daaaaaaan… tadi malam! Aku bermimpi kejadian itu terjadi! Sudahlah… Tak sanggup aku meneruskannya. Pas bangun kepalaku sakit, kurasakan hangat di sekujur tubuh, kutahan tangis. Istighfar, lalu shalat shubuh. Kembali dari lantai bawah, kulihat Ayah sedang menonton TV di lantai atas, kuberitahu Ayah tentang mimpiku semalam, dan Ayah hanya tersenyum. Hiks. Ayaaaaahhhh…

45 tahun, jalan 46. Itulah umur Ayahku. Entah sampai angka berapa umur Ayah. Yang pasti kuserahkan semua pada Allah.Semua pasti kembali padaNya.

Pintaku Ya Allah, Panjangkan umur Ayah Ibuku, Buatlah mereka dapat melihat anak-anaknya tumbuh jadi dewasa dan dapat membahagiakan mereka, kabulkanlah Ya Allah, Ya Mujib, Allahumma Aamiin. Satu hal lagi pintaku Ya Allah, Mudahkanlah keinginan Ayah Ibuku untuk melaksanakan Haji, sebelum Kau memanggil mereka, aamiin.. aamiin.. Allahumma Aamiin… Hiks. Gak kuat .

Huff, yang pasti, Ayah… Ibu… Jangan takut akan kematian. Bahwasanya kematian itu indah, bertemu dengan Allah dan Rasulullah, dengan syarat, kita memang layak untuk mendapatkan kenikmatan itu. Wallahu A’lam. Kita hanya manusia biasa yang banyak khilaf dan salah.

Bogor, 10 Desember 2009 at 6.35 AM

Kullu nafsin dzaaiqotulmauut, Tsumma ilainaa turja’uun…
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan (Al-‘Ankabut : 57)

Wamaa haadzihil hayaatudduunyaa illaa lahwuwwala’ib, wa innaddaarol aakhirota lahiyal hayawaan, laukaanuu ya’lamuun.
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui (Al-‘Ankabut : 64)

Iklan

16 responses to “Apakah Ayah……..? *hhiks, jangan Ya Allah!* :(

  1. budiaridian said: Cuma mimpi kan?.. ambil hikmahnya aja, mulai ayeuna tong disia2kan ayahnya.. :)eh yg ngetok jendela msh ada? 😀 kok jd angker gt.. Halah

    Iya, ayah kudu dilestarikan *halah, apa cuba ih*heheh, yang jendela udah kagak ada, alhamdulillah, kalo masih ada ogah deh tidur sendiri di kamar :))

  2. hemm…ya udah..jangan lupa, berbakti kepada ayahmu dek, sebelum terlambat.jangan kayak ka2 ini. masi dikampus lagi ujian, saat ayah menjelang dijemput malaikat untuk terakhir kalinya…..gak bisa mendampingi tahsin Quran..

  3. ayahku…udah meninggal dua tahun yang lalu. karena stroke yang dideritanya selama emapat tahun.sampai sekarang aku masih ngerasa sangat kehilangan…kita gak tau kapan diri kita dan orang2 yang kita cintai akan dipanggil oleh Pemiliknya.makasih, ya…tulisanmu menguatkan aku lagi, untuk melakukan yang terbaik untuk beliau yang masih tersisa (ibuku)

  4. Eh.. Emang ghaib2 tuh serem ya? Allah dan malaikat aja ghaib, jadi.. gimana ya? Udah biasa hehe..Tul Fath, umur org ga ada yg tau, entah yg paling muda atau yg tertua yg dipanggil dulu, selamat mendampingi ortu berusaha mengisi hari dgn ibadah yg mantep, mantep, muantep.. mau mau mau?

  5. Baca At Tahrim ayat 6 Fath…Tetep berbakti pada orang tua aja, jangan lupa do’ain mereka, jangan bantah, dan turutin permintaannya, peluklah selama bisa peluk, ciumlah selama bisa cium, puaskanlah… Hilangkan perasaan malu untuk berlaku baik pada orang tua, lebih mendekatkan diri kepada Allah.

  6. Baca At Tahrim ayat 6 Fath…Tetep berbakti pada orang tua aja, jangan lupa do’ain mereka, jangan bantah, dan turutin permintaannya, peluklah selama bisa peluk, ciumlah selama bisa cium, puaskanlah… Hilangkan perasaan malu untuk berlaku baik pada orang tua, lebih mendekatkan diri kepada Allah.

  7. Baca At Tahrim ayat 6 Fath…Tetep berbakti pada orang tua aja, jangan lupa do’ain mereka, jangan bantah, dan turutin permintaannya, peluklah selama bisa peluk, ciumlah selama bisa cium, puaskanlah… Hilangkan perasaan malu untuk berlaku baik pada orang tua, lebih mendekatkan diri kepada Allah.

  8. Baca At Tahrim ayat 6 Fath…Tetep berbakti pada orang tua aja, jangan lupa do’ain mereka, jangan bantah, dan turutin permintaannya, peluklah selama bisa peluk, ciumlah selama bisa cium, puaskanlah… Hilangkan perasaan malu untuk berlaku baik pada orang tua, lebih mendekatkan diri kepada Allah.

  9. denger ceritamu jadi merinding………neng,itu adalah persangkaan mu aja dan dan kaupun tau sebagian prasangka adalah dosa dan dari syathon ……ikhwal mimpimu tak pernah ada nash2 baik qur’an,maupun hadits dan juga ijma sholafussaleh yang menyatakan kalo kita mimpi tentang maaf*kematian*seseorang berati azal seseorang itu makin deket………itu cuma TBC (TAHAYUL,BID’AH,CHUROFAT) yang mengada2 ……….kalaupun ntinya bener*maaf* jangan di sangkut pautin ma mimpi dan kejadian aneh yang menimpah ayahmu…….tetep berbakti pada bunda dan ayahmu ………. semoga ayahmu,bunda,ade lk2 mu,naura,dan kamu diberi umur yang bermanfaat amin………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s