Pernah Pacaran, Fath?

Bismillahirrahmanirrahim…

Hheu, pingin nulis tentang hal yang berbau remaja ah sore ini, masa SMA yang ruaarrr biasa, subhanallah.. dimana segalanya sekarang jauh berbeda daripada ketika kumasih SMP…

Jadi inget, suatu sore dimana semua kawan-kawanku sudah pulang kerumah masing-masing, aku masih sibuk berkutat dengan kertas, spidol, pensil, penghapus, segala macem deh, pusing ngehias ini itu buat bahan Mading DKM di sekolahku tercinteh.

Tiba-tiba seorang teman mendekatiku dan duduk, mukanya nampak serius,

“Fath, kasih tahu aku tentang Islam…”

Subhanallah! Sontak saja aku yang sedang serius merasa ndak pingin diganggu menoleh dengan muka keheranan,

Apakah hidayah sedang datang pada temanku ini? Kulihat raut mukanya, tidak ada air muka yang menandakan dia sedang bercanda atau sekedar iseng saja.

“Iya… mau tanya apa? akan kujawab semampu yang kubisa insya Allah…”, aku pun jadi terlarut ikut serius. Bahan mading yang membuatku mumet kutinggalkan begitu saja. Ada yang lebih membutuhkanku.

“Fath, pacaran itu boleh gak sih?”

Gedubraksss! Kukira tuh orang mau nanya tentang jilbab atau apaaa gitu, udah sumangap pisan, pingin banget menambah jumlah perempuan berjilbab di kelasku yang hanya berjumlah 4 orang! Huff…

Tapi gapapa lah, toh dia sedang mencari kebenaran, maka aku pun berusaha menjelaskan semampu yang kubisa.

Ku jelaskan tentang batasan-batasan ikhwan akhwat, arti pacaran, bagaimana yang seharusnya, ku sampaikan dengan pelan dan tidak ingin ada kesan memaksa. Dia diam. Merenungkan kata-kataku sejenak sebelum akhirnya bertanya lagi,

“Fathia pernah pacaran?”

Jujur, malu aku ditanya kayak gitu, sangat malu. Kenapa masih juga ada orang yang bertanya pertanyaan demikian padaku, keluargaku, sodara-sodaraku, teman-temanku, hmm… apakah aku masih nampak seperti orang yang mau berpacaran?

“Nggak…”, pelan kujawab.

“Oh, gak pernah ya, gak mau atau gak laku?”

Toeweweewww!! Sumpe deh aku cuma bisa cengo’, dia pun tertawa, oalaaah mbakyuuu…

“Becanda, Fath, heheh..maaf ya… aku cuma penasaran aja kenapa kamu nggak mau pacaran..”

“Mau nggak punya suami yang udah pernah disentuh ama banyak perempuan?”, kritisku.

“Ya kagak laaah..”, protesnya sengit.

“Nah, apalagi perempuan coba, laki-laki mana yang mau istrinya udah pernah disentuh banyak laki-laki, ada gak kira-kira menurutmu?”

Dia diam. Raut mukanya berubah. Aku jadi merasa ndak enak hati, mungkin pemahamannya belum sampai kesana, aku hanya merutuki diri dalam hati, mengapa secepat ini aku menjelaskan tentang pacaran! Pelan-pelan, faaath…

“Kamu benar, Fath…”, lirihnya. Kulihat wajahnya meredup, ada tanda-tanda tangis akan pecah. oh, tidak! Aku sudah membuat temanku itu menangis, hhiks…maafkan aku Allah…

“Maaf ya, Nda, aku gak ada maksud apa-apa kok..”, kataku, hampir menangis juga. Bener-bener ndak enak hati aku pada dirinya, duh…

“Gapapa, fath… aku mau bilang makasih malah, kata-katamu tadi bener-bener nancep, dosaku sudah terlalu banyak..”

“Ssst…ndak boleh gitu, Allah Maha Pengampun kok, sekarang udah tau kan harusnya gimana, asal bisa lebih baik aja kitanya..”

“Aku udah pernah pacaran 9 kali, fath…”

Wew! Ckckckk.. temanku itu memang berparas cantik. Ya Allah….

“Ya gapapa, yang penting jangan diulang lagi…”, hiburku menenangkan. Tiba-tiba teringat sebuah cerita dari seseorang. Aku pun menceritakannya pada temanku itu, dia mendengarkan dengan seksama, serius, sesekali gulir airmata mengalir dari sudut matanya. Cantik, subhanallah…tasbihku dalam hati. Ya Allah, semoga airmata itu tanda perwujudan datangnya hidayahMu padanya. Bidadari. Sungguh, dia cantik sekali…

Kuceritakan padanya tentang seorang wanita yang begituuu cantik, sampai-sampai hampir seluruh lelaki di kampusnya berlomba untuk mendapatkan cinta si gadis tersebut. Akan tetapi, ada seorang lelaki yang menarik perhatian si gadis. Seorang lelaki yang tak pernah sekalipun terlihat memandang dirinya. Lelaki yang hampir selalu terlihat menundukkan pandangannya. Gadis itu pun heran, ada apa dengan lelaki tersebut, apakah dia tak tertarik dengan kecantikan dirinya itu?

Suatu ketika, sang gadis bertanya pada sang lelaki tersebut di sebuah perpustakaan. Sang gadis bertanya, apakah sang lelaki tak mau seperti para lelaki di kampus tersebut yang berusaha merebut hati dirinya? Dengan pandangan menunduk laki-laki itu menjelaskan semuanya. Tentang aurat wanita tersebut, tentang bagaimana seharusnya wanita tersebut bersikap, dan lainnya, sampai sang gadis tersebut menangis dan pergi dengan perasaan yang tak menentu di hati.

Beberapa waktu berselang, suatu hari sang lelaki disuruh pergi ke perpustakaan karna ada seseorang yang menunggunya. Betapa terkejutnya sang lelaki ketika melihat bahwa seorang akhwat bercadar-lah yang sedang menunggunya. Dengan perasaan tak menentu sang lelaki tersebut bertanya,

“Siapakah anda?”

Hanya diam. Dan akhwat tersebut menyingkap cadar yang menutupi wajahnya. Betapa shocknya sang lelaki, bahwa ternyata akhwat yang ada dihadapannya adalah sang gadis primadona kampus tersebut!

Lelaki yang heran dengan perubahan gadis tersebut hanya bisa diam.

“Kamu harus bertanggung jawab..”, ucap sang gadis.

Sang lelaki kaget, bertanggung jawab untuk apa?

“Kamu yang sudah membuatku jadi seperti ini…”

In the end, sang lelaki itu pun menikah dengan sang gadis.

Kuakhiri cerita tersebut dengan sungging senyum di wajahnya.

“Indah…”, lirihnya.

“Iya..mau nggak kayak gitu, dapet cowok shalih?”, tanyaku sambil nyengir. Suasana sudah lebih mencair.

“Mau lah, Fath…”, jawabnya sambil tersenyum

“Makanya, yuk, kita sama-sama jadi akhwat shalihah, jaga diri baik-baik, biar layak dijemput pangeran shalih..”

“Iya, Fath… Bantuin ya, aku mau belajar dikit-dikit dulu, semoga nanti aku bisa segera berjilbab..”

“Aamiin…..!!!”, hebohku keras. Duh, senangnya…

“Tapi serius nih Fathia belum pernah pacaran?”, tanyanya lagi, masih penasaran.

“Belum, gak laku ya..hehehe…”

“Ya gak gitu juga kali, Fath…”, sanggahnya.

“Heheh, iya, jodoh di tangan Allah, pacaran mah nanti aja, mending nikah..”, mulai deh pembicaraan menjurus ke arah yang lebih serius .

“Iya ya, kayak ibuku tuh Fath, nikah umur 19, eh, terus kalo mau nikah gimana? masa gak pacaran dulu?”, pertanyaanya masih bersambung.

“Namanya bukan pacaran, tapi ta’aruf…”

“O, gitu.. beda ya ama pacaran? Kalo gitu, Fathia udah pernah ta’aruf?

Toeeengsss! Gubraaaaksss… Au ah gelap!

Aku pun ngelanjutin bikin bahan buat mading, sedangkan temanku itu izin pulang karna sudah dijemput Ibunya.

“Makasih ya Fath, nanti kusms mau tanya-tanya lagi… Assalamu’alaykum..”

“Iya, Wa’alaykumsalam Warahmatullah..”

Hila
ng bayangan temanku itu dari pandangan. Kulihat langit sudah tampak memerah, pukul 5 lewat pantas saja. Tugas mading masih belum rampung. Pikiranku melayang…

Kamu udah pernah pacaran, Fath?

Gak mau atau Gak laku?

Pertanyaan itu terngiang. Menggetarkan hati dan menimbulkan kesan yang berkepanjangan. Sampai saat ini masih bisa kurasakan…

Ah, mengapa pertanyaan itu harus ada…

Belum saatnya kumemikirkannya…

Terserah orang mau bilang aku nggak laku atau apa,

Yang pasti aku tak mau berpacaran, dan tak pernah akan bangga menyandang status pernah berpacaran, titik!

Karena ku ingin tetap utuh,

Hanya untuk jodohku kelak,

Dimana akad telah terucap, cinta terikat dalam sebuah pernikahan…

Bogor, 4 Desember 2008 at 6.04 PM

*Ketika hujan turun sore ini, membuatku seakan teringat kembali…de javu…*

Iklan

45 responses to “Pernah Pacaran, Fath?

  1. Huhuhuhuhu…Saya kaga mikir untuk ngejawab seperti jawaban milik Mbak Fath tentang pacaran.Dikelas saya juga sering ditanya, soalnya saya dikenal sebagai orang yang agak menghindari banyak ngobrol sama cowo.Biasanya saya cuma jawab “Pacaran? Ga boleh ah. Kalau pacaran pegang2? Hayoo… Kan bukan muhrim”.Mbak Fath, saya nyontek jawabannya Mbak Fath ya kalo ntar ditanyain lagi.Terimakasih ^^

  2. wktu SMP klas 1, sy prnah pacaran (yah…cinta monyet kali ya)…tpi cuma brtahan 4 bulan 10 hari…stelah masuk SMA, krna seorng sahabat, sy akhirnya brkomitmen tuk ga pacaran lgi…sy jdi sadar, bahwa pacaran itu ga da manfaatnya, malah yg ada dosa…mnding pacaran sesudah nikah ya…hehemskipun hnya skadar teman, atau bru kenal sesaat, klo memang jodoh, dia akan jdi pasangan hidup kita…

  3. fathia27rhm said: Kamu udah pernah pacaran, Fath?Gak mau atau Gak laku?

    fathia mikirin ginian?percuma dong postingannya selama ini.mundur satu langkah nih. mudah-mudahan majunya seribu langkah lagi.cayoo high quality jomblo sejati………hahahasharing nihhttp://fireman0410syah.multiply.com/journal/item/13/SAya_PAcaran….btw “sungguh sekiranya Allah memberi hidayah kepada seseorang karena dakwahmu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah.” (HR. Bukhari-Muslim)”Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (HR. Bukhari).

  4. kenapa sech ga lsg nikah aja,………………………..tinggal ke KUA bawa pas photo 2×4 bayar administrasi 17.500 lebih murah dari pada pacaran atawa jalan jalan ke DUPAN ho ho ho

  5. cuma mau berbagi neh,, tentang pacaran,, :D*cling*, *plak*, *wadaw*untuk menilai baik atau tidaknya suatu hal, sbnrnya bisa ditelusuri dgn petunjuk Nabi Muhammad saw,, bahwa hal baik selalu diawali dengan kalimat basmaLLAAH,,nah, coba klo mau pacaran pake basmaLLAAH dolo,, cocok kaga,,?? kaga kan,, so……

  6. fathia27rhm said: “Fath, pacaran itu boleh gak sih?”

    pacaran..?? emmh..boleh aja…buktinya umi pacaran juga..(lho..??) kalo teman fathiya sdh pernah pacaran sampai 9 kali…kalah sama umi lama pacarannya..umi malah sdh 9 tahun pacaran…sama abi..sejak umi nikah th 2000..he2… *kabuurr*

  7. yukinahawmie13 said: Huhuhuhuhu…Saya kaga mikir untuk ngejawab seperti jawaban milik Mbak Fath tentang pacaran.Dikelas saya juga sering ditanya, soalnya saya dikenal sebagai orang yang agak menghindari banyak ngobrol sama cowo.Biasanya saya cuma jawab “Pacaran? Ga boleh ah. Kalau pacaran pegang2? Hayoo… Kan bukan muhrim”.Mbak Fath, saya nyontek jawabannya Mbak Fath ya kalo ntar ditanyain lagi.Terimakasih ^^

    hehehe,monggo dik *halah* :p

  8. ram14chemist said: wktu SMP klas 1, sy prnah pacaran (yah…cinta monyet kali ya)…tpi cuma brtahan 4 bulan 10 hari…stelah masuk SMA, krna seorng sahabat, sy akhirnya brkomitmen tuk ga pacaran lgi…sy jdi sadar, bahwa pacaran itu ga da manfaatnya, malah yg ada dosa…mnding pacaran sesudah nikah ya…hehemskipun hnya skadar teman, atau bru kenal sesaat, klo memang jodoh, dia akan jdi pasangan hidup kita…

    iya betuuuul..keep istiqomah ^ ^

  9. fireman0410syah said: fathia mikirin ginian?percuma dong postingannya selama ini.mundur satu langkah nih. mudah-mudahan majunya seribu langkah lagi.cayoo high quality jomblo sejati………hahahasharing nihhttp://fireman0410syah.multiply.com/journal/item/13/SAya_PAcaran….btw “sungguh sekiranya Allah memberi hidayah kepada seseorang karena dakwahmu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah.” (HR. Bukhari-Muslim)”Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (HR. Bukhari).

    Nggak pak, saya gak masalah belum pernah pacaran juga, karna saya optimis Allah bakal ngasih saya ikhwan yang baaaiikkk hati dan belum pacaran juga, aamiin…

  10. djoxer said: kenapa sech ga lsg nikah aja,………………………..tinggal ke KUA bawa pas photo 2×4 bayar administrasi 17.500 lebih murah dari pada pacaran atawa jalan jalan ke DUPAN ho ho ho

    hehehe, nunggu umurnya cukup dulu, 16 kan, hhe…

  11. bram85 said: Fihinna khoirotun khissan.Pacaran makanan apa? gimana rasanya manis, pahit, asin, or asam?

    Ar-rahman ayat 70, kalo gak salah..ndak tau makanan apa,blum pernah nyobain..

  12. tegoeh said: cuma mau berbagi neh,, tentang pacaran,, :D*cling*, *plak*, *wadaw*untuk menilai baik atau tidaknya suatu hal, sbnrnya bisa ditelusuri dgn petunjuk Nabi Muhammad saw,, bahwa hal baik selalu diawali dengan kalimat basmaLLAAH,,nah, coba klo mau pacaran pake basmaLLAAH dolo,, cocok kaga,,?? kaga kan,, so……

    cocok aja pake basmallah, kalo pacarannya pas udin nikah :))

  13. umuazzam said: pacaran..?? emmh..boleh aja…buktinya umi pacaran juga..(lho..??) kalo teman fathiya sdh pernah pacaran sampai 9 kali…kalah sama umi lama pacarannya..umi malah sdh 9 tahun pacaran…sama abi..sejak umi nikah th 2000..he2… *kabuurr*

    walaaah, ummi bikin syirik aja noh :ptahun 2000 aku masih kelas 5 SD 😀

  14. lulukqurrota said: cieh-cieh,,, yang lagi lolope’an (minjem istilahnya isma :)smngat ya, fath! moga bisa ngasi banyak ilmu ke temen2 fath yang lain 🙂

    heheheu..Allahumma Aamiin..

  15. hihihi…wah,masa muda yang indah ya dekdulu waktu sma kakak juga pernah ditanya,tapi tanggapan temannya beda”Masa beneran sih ade gak punya pacar?”Gubrak dot com dekemang kakak terlalu genit ya,sampe dibilang gitu?:'(ah,manusiagak usah peduli dekyang penting Allah cinta sama kitabetul fath?:D

  16. fathia27rhm said: “O, gitu.. beda ya ama pacaran? Kalo gitu, Fathia udah pernah ta’aruf?Toeeengsss! Gubraaaaksss… Au ah gelap!

    hihihi.. emang fathia blm pernah taaruf? 😀

  17. Subhanallah temanmu itu, Fath… beberapa kali sy terlibat pembicaraan begitu dengan bbrp kawan sy, g ada yg mpe nangis begitu…Yang ada malah bantahan balik… (mungkin emang saya yang ngomongnya dari awal rada2 ya….^^;)Gimana kabar temanmu itu sekarang? mudah2an benar2 dapat hidayah…

  18. shihoakemi said: Dimana akad telah terucap, cinta terikat dalam sebuah pernikahan…ayat yg benar2 aku tunggu..moga2 aja dapatnya yang shalih..Amin

    Allahumma Aamiin…semangadh! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s