INGAT, HANYA PACARAN SETELAH NIKAH! *pengingat diri*

Sumber : nurulakib.multiply.com

~Gak sengaja kemarin nyangsang di blog itu, baca salah satu tulisaanya, subhanallah, bagus, curahan hatinya yang baru mempunyai status baru semenjak oktober lalu, hheu…barakallah buat mbak-e ama mas-e, moga2 jadi keluarga SaMaRa, afwan nih di copas kisahnya, indah… buat bahan renungan, khikhik…*sekaligus buat provokasi orang2 :p*, mbaknya kayaknya cucok jadi penulis niiih… .

Seenggaknya satu nasihat buat diri ini dan yang lain, jangan pacaran sebelum nikah, titik! Mending ntar dan bernilai ibadah, apa sekarang tapi bernilai dosa? Kalo saya mah mending sekarang dan bernilai ibadah, ups! salah ya, ampun…. Udah ah, becanda, intermezzo weh, mareee…

—————————————————————————————–

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa rosulillah, amma ba’du.

Sudah 1 bulan lebih beberapa hari, aku hidup bersama suamiku

kekasihku, lelaki yang menjadi imamku. Banyak kawan yang bertanya,

“bagaimana rasanya, Rul?”

Seraya tersenyum, Akupun menjawab,

”Subhanallah…luar biasa…sungguh ibadah yg indah..”

Dan lagi2 aku telah membuat mereka mupeng (muka pengen-red).

Afwan, sungguh aku tak bermaksud kalian iri,, ^_^ (tapi semoga bisa menjadi motivasi)

Suamiku,

Ah, sungguh terlalu indah untuk mendeskripsikannya…
ia bagai ksatria berani, yang berhasil membobol berbagai benteng pertahanan bapak dan lolos pada jaring seleksi sang putri.

Sungguh aku mengagumi sosoknya…

Semoga keindahan dan keagungan cinta ini akan terus terbawa hingga akhir hayat kami..

Amiin..

Ialah lelaki terbaik pilihan Rabb yg dikirimkan untukku,

Seorang gadis kecil yang dhaif, yang baru belajar taubat, yang ingin sekali hidup dalam lingkaran besar ISLAMI.

Seorang pemuda yang berhasil membuatku jatuh cinta..

Tentunya jatuh cinta setelah menikah..

Allah Azza wa Jalla sungguh sangat baik,,,

Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?

Kesibukanmu sekarang apa rull?

Kini aku menikmati hidup menjadi istri,,

Melayaninya (saling melayani maksudnya) sepenuh hati dan cinta, menyalurkan naluri keibuan, keistrian (emang ada?)

Dengan wasilah yang halal nan bernilai ibadah.

Aku juga (masih) sibuk dalam tugas perkuli
ahan.

Walau kuliahku semester ini tinggal kuliah sisa, hanya 4 mata kuliah,

hanya 3 hari seminggu ke kampus,,,namun kebahagiaanku cukup terganggu dengan aktivitas Kerja Praktek (KP) yang kini kulakukan di sebuah proyek pembangunan Rusunawa yang terletak di bilangan Puwatu Kendari.

Melelahkan memang, sebagian waktu indahku terbagi untuk kegiatan itu.

Aku hanya merasakan 1 minggu berbulan madu, itupun di rumah mertua. Jadi dapat dibayangkan betapa deg2annya diriku ini…meski telah kuketahui ternyata mertuaku itu subhanallah betapa baiknya..(Ge-eR,,,ngerasa banget jadi mantu kesayangan…). Maklum, aku menantu termuda dari keluarga tsb. Usiaku masih lebih muda dibanding dengan adik mas Hari-ku.

Aku kini telah berumur 21.

Beliau (mas tercinta) telah 27. Kami berselisih 6 tahun. Aku menyenangi jarak usia tsb. Beliau dewasa dalam berpikir, tak segan mengingatkan dengan kelembutan. Tipikal suku bangsa tertentu…(hhmm….) lembut, halus. Namun tegas dalam urusan amar ma’ruf nahiy mungkar.

Semoga saja di rahimku ini kelak Allah Azza wa Jalla mempercayaiku dgn menitipkanku generasi2 pejuang Islam yang tangguh, mujahid-mujahidah yang berani,,,seberani ayahnya…setangguh ibunya (oh ya?).

Semoga pernihakan kami barokah..

Ternyata benar, menikah karena Allah Azza wa Jalla membuat batin ini tenang (sakinah), perasaan selalu diliputi cinta kasih dan sayang…

Kadang aku ’gatel’ melihat dua anak manusia yang dimabuk asmara tanpa ikatan sah , andai saja ia mengetahui nikmatnya berpacaran setelah menikah,,,

Niscaya ia tak akan melakukan perbuatnan yg mendekati zina tsb. Zina hati, zina mata, zina tangan dsb…

Kurasakan menikah memiliki banyak faedah, baik lahir maupun batin. Sungguh, Allah lah yang memiliki kekuasaan yang menciptakan manusia memiliki kecenderungan akan hidup berpasang-pasangan.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita agar selalu menempatkan Allah pada posisi teratas tujuan dan niat kita, untuk segala ibadah dan kegiatan yg kita lakukan. Termasuk ibadah menikah…. ^_^

”dan hari2 pun semakin indah, semakin disiplin dalam beribadah, bersemangat dalam beraktivitas dan berkobar dalam berdakwah…

karena kehadirannya disisiku, seorang pemuda yang kedatangannya begitu sederhana,,,

Ummi mencintaimu, Abi!!

Fillah… ^_^

NB: Kami mengucapkan syukron kabir..jazaakumullah khairan katsiran atas kehadiran para tamu,,,sahabat dan saudara2 kami pada walimatul ’ursy 18 Oktober 2008 silam.

Kami memohon doa agar keberkahan menaungi keluarga kami dan kita semua. Amiin..

Bagi yg belum nikah…did0ain m0ga cepet nyusul..

BAROKALLAHU

Iklan

23 responses to “INGAT, HANYA PACARAN SETELAH NIKAH! *pengingat diri*

  1. Special kupersembahkan untuk teman-temanku…hayooo…udah dikasih tau yaaa gak boleh pacaran, sekarang terserah kalian, yang penting aku udin kasih tau 😛mending mana, pacaran sekarang tapi dosa, ato kayak kisah di atas? 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s