Shalat Untuk Apa???????

Bismillahirrahmanirrahim…

SMA-ku, huff…sering kudengar celetukan-celetukkan murid-murid yang ada di sekolahku itu yang bagiku ‘aneh’ dan ‘menakutkan’, hmm…

Padahal aku tau mereka mengatakan itu dengan kesadaran penuh, dengan sengaja, ya dengan sengaja, tanpa ada yang memaksa mereka berkata demikian…

Sekarang aku ngasih tau salah satu celetukkan yang berhubungan dengan sholat yang kudengar tadi siang ketikaku mau wudhu bwat sholu dzuhur,

Pas lagi wudhu kedengeran (sepertinya kakak kelas) sedang rame ngobrol, huff…gatau apa kalo tempat wudhu ya buat wudhu! Bukan buat ngobrol, ckckck…

“Gw mau sholat dulu ya..”, kata kakak kelas pertama ke temennya.

“Iya..eh, gw juga mau sholat ah!”, sahut kakak kelas kedua. Aku langsung tuing2 bingung penuh tanya, mau sholat? emang biasanya kagak sholat ape?

“Tumben lu sholat..”, kata kakak kelas pertama lagi.

“Ya..biar nilai gw bagus en’ gak remedial…”, ucap kakak kelas kedua lagi.

WHAAATTTTTTTTT?????!!!!!! Gubraksssss, kelontaannggg gompyaaaangggg!!!! Nohok banget deh jawaban tuh kakak kelas,

SHOLAT BIAR NILAI BAGUS EN’ KAGAK REMEDIAL??????

Ya Allahu Rabbi! Aku yang lagi wudhu langsung kagak konsen dan diliputi sejuta perasaan yang tak menentu adanya. Bukan apa-apa, walaupun memaaang aku kecewa dan sedih banget ngedenger jawaban kakak kelasku itu, tapi kata-kata kakak kelasku itu menjadi cambuk pula untuk diri ini,

Aku sholat untuk apa???

Apakah serupa dengan alasan kakak kelasku itu???

Atau apakah hanya sekedar menggugurkan kewajiban????

Ya Allah naudzhubillahimindzalik!!!!

Arrrgggghhhh….sedih dan gontai aku melangkah, kalimat kakak kelasku itu terus menggema dalam hati,

Duh Rabbi, Ya Rabbul Izzati…

Semoga alasanku shalat bukan seperti kakak kelasku itu,

Semoga sholatku ini memang hanya karenaMu, mengharap ridhaMu, mengemis cintaMu, Allah…hhiks…

Tetapkanlah aku, keluargaku, saudara-saudaraku, teman-temanku, guru-guruku, dan seluruh umat muslim di dunia menjadi hamba-hambaMu yang shalih dan shalihah, aamiin…semoga cinta, rindu, dan apapun yang kami lakukan di dunia ini semuanya semata hanya karnaMu dan untukMu Allah, bukan karna dunia fana yang entahlah, mengapa manusia begitu berbahagia dan berlomba didalamnya…, aamiin…

Bogor, 18 Oktober 2008 at 9.11 PM

Yang sedang berusaha terus memperbaiki diri,

~Fathia Rahma

Innasholati, wanusuuki, wama yahya, wama mati, lillahirrabil ‘alamin…aamiin..

Iklan

21 responses to “Shalat Untuk Apa???????

  1. believe daaaahhh..fath mah shalat InsyaAllah, karena Allah.. LillahiTa’alaa..kakak kelasnya, moga diberikan hidayah, begitu juga kitaT__Taaamiin :)jazakillah fath 🙂

  2. wooo… gitu ya.. kalau aku sih.. hmm.. apa ya.. aku sadar kalau gak sholat bakalan dosa dan dosa = neraka.. ya saya sholat biar masuk surga dan dijauhkan dari nerakacomment by Flippy

  3. sholat adalah kewajiban kita sebagai orang islam…dan shalat adalah salah satu wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.semoga kk kelas fath..cepat menyadari kekhilafannya…dan diberi hidayah oleh Allah swt. tulisannya bagus fath…hampir berkaitan dengan buku…yang berjudul “LIMADZA TUSHALLI” ( kenapa kmu sholat )

  4. hehehe…sudah melangkah ke dunia sufi dek…filosof bangett dehh.Sholat, pengertiannya memang berbeda untuk setiap orang. tergantung persepsi orangnya, dari kadar keilmuannya dan penguasaannya serta keyakinannya dibidang agama Islam.Secara teori, sholat bagi seseorang yang tingkat keimanannya tinggi, berbeda dengan orang awam.bila orang awam, sholat itu perintah dan benar-benar wajib. maka, ia pun terbebani sebagaimana pajak yang ditarik dari pendapatannya untuk negara.maka, bagi hamba Alloh yang bertakwa, sholat adalah kebutuhan. tanpa sholat hidup terasa hampa. ia sholat bukan karena takut neraka atau mengharap syurga. tapi semata-mata mencintaiNya. mengharap ridhaNya.dan proses merasakan seperti ini, memang perjuangan berat. hanya yang keimanannya kuat, tawadhu’, zuhud, yang bisa mengetahui rahasia sholat serta membutuhkannya. karena sholat adalah jembatan komunikasi secara langsung tanpa batas……Nahh…sekarang pertanyaannya..dek fath sholat untuk apa? dan mengapa?

  5. ngeces said: wooo… gitu ya.. kalau aku sih.. hmm.. apa ya.. aku sadar kalau gak sholat bakalan dosa dan dosa = neraka.. ya saya sholat biar masuk surga dan dijauhkan dari nerakacomment by Flippy

    heheh, aamiin…tetep istiqomah yo fin disana 🙂

  6. afitz00 said: bagi hamba Alloh yang bertakwa, sholat adalah kebutuhan. tanpa sholat hidup terasa hampa. ia sholat bukan karena takut neraka atau mengharap syurga. tapi semata-mata mencintaiNya. mengharap ridhaNya.

    Taqwa dlm bhs arab, akar katanya adalah takut, takut kepada Allah, takut kepada neraka. Dalam riwayat yang shahih disebutkan Rasulullah shallalahu alaihi wasallam sering membaca doa “rabbana atiina…. wa aqina adzabannar”. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam masih sering berharap dijauhkan dari neraka.Hadits tentang ramadhan menyebutkan “barangsiapa yang berdiri (tarawih) di bulan ramadhan dengan iman dan ihtisab, diampuni dosa2nya yg telah lalu”Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid menjelaskan bahwa makna ihtisab adalah mengharap pahala kepada Allah. Jadi mengharapkan pahala (surga) dianjurkan oleh Allah, dan Muhammad shallallahu alaihi wasallam pun mengharapkannya, dan beliau sering bersabda kepada para sahabatnya ttg amalan2 yg berbalas surga, dan para sahabat pun bersegera dalam menyambut seruan amalan2 tsb. Tidak ada kehinaan pada ibadah orang-orang yang mengharap surgaNya dan takut akan nerakaNya. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya adalah kumpulan makhluk2 paling mulia di antara makhluk2Nya.Ust. Ihsan Tanjung ketika membahas kita Fii Zhilalil-Quran (Di Bawah Naungan al-Quran) menjelaskan bhw kata-kata smisal, “Allah kurela masuk nerakaMu asal Engkau bersamaku, dan ku tak mau masuk surgaMu jika Engkau tak bersamaku” adalah sebuah kebablasan dalam memahami cinta Allah dalam islam Surga dan ridha Allah adalah satu paket, neraka dan murka Allah adalah 1 paket. Sepertinya kurang bijaksana memisah-misahkan apa yang Allah dan RasulNya satukan.Insya Allah kitab2 para ulama ttg taqwa bisa menjadi rujukan dalam hal ini.Wallahu a’lam

  7. hehehe..iya, satu paket. bukannya memisahkan. tapi esensi dari itu semua adalah kita akan kembali kepada Alloh bukan? segala yang ada kepunyaannya.Selama Alloh ridha kepada hambaNya tentu akan memberikan kebaikan dan kenikmatan untuk hambaNya. Sebab, pada dasarnya adalah rasa ikhlas.Sedangkan rasa takut kepada neraka itu sendiri adalah untuk membangun jatidiri manusia untuk menghindari maksiat. Sayangnya, ada juga yang salah paham meski tidak semua. Ia sholat bukan karena mengharap ridha Alloh. tapi takut mati, takut neraka. Bukan takut kepada Alloh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s