Kemana jilbabmu, ukhti? T____T

Bismillahirrahmanirrahim..

Huff…hari yang cukup melelahkan today! Grasak grusuk sana sini buat nyelesain tugas, bolak balik buku, ngapalin ampe kapasitas otak OVERLOAD buat ulangan, ampe pulang pun aku kagak bisa senyum dikiiiittt ajeh *jah, lebays! :p*, saking cuapeknya (bayangin dong aku kemaren malem cuma tidur 1,5 jam!Hueee…), di skula udah ampe ketiduran pas ulangan kompyu saking ngantuknya *don’t try this with your self *, yang paling parah pulang skula kerja kelompok ngerjain PR MTK bwat Senen, dan apa yang kudapat? NIHIL! Heran dah kok kagak ada yang nyantol acan di nih otak, hmpphh..

Lah, terus hubungannya ama JUDUL diatas apa, fath?

Kagak ada..

Cuma pingin berbagi uneks-uneks sajah di awal cerita, hheu.. :p

Masuk ke inti masalah *cape de*,

Hari ini pas pulang skula niatnya pingin langsung buka internid, tapi apa daya kagak bisa! Mungkin saking puuiinnuuuh pisan yang ngenet sambil nunggu waktu ‘balas dendam’ bagi sebagian orang (gak ikhlas noh puasanya! :p), trus baru pulang dari rumah nenek udah jam setengah 10 malem, buka internid, BISA! Alhamdulillah…langsung ngirim email ke seseorang, buka MP, daaan buka FS!

Udah Log in, muncul tampilan Home FS-ku, mirissss hati ini, teramat miris, sangat amat banget-banget miris!

Begitu banyak teman SMP-ku yang memasang foto di FS mereka tanpa Jilbab! Astaghfirullah, Naudzhubillah!!

Entah apa yang mereka pikirkan, satu, dua, tiga, empat, lima, satu persatu kumasuk ke FS mereka dan sedih banget dah hati ini, berasa ditusuk duri, nyeuri..*halah* ngeliat wajah cantik nan menawan mereka berhias senyum simpul itu tanpa jilbab, ampuuun dah Allah! Entah apa maksud mereka begitu, sediiiiiiihhh…

Mereka pikir setelah keluar dari UQ bisa bebas berbuat semaunya apa!

Kemana ajaran guru-guru tercinta yang udah susah payah berusaha untuk menemukan mereka dengan hidayah?

Kemana rasa takut mereka akan adanya hari akhir yang dimana ketika saatnya tiba dia hanya bisa berfikir, mengapa di dunia kami mungkir?

Kemana rasa malu mereka, Ya Allah?!! Rasa malu karena telah diumbarnya kembali aurat yang tadinya sudah tersembunyi rapi! Rasa malu akan sebuah harga diri mereka sebagai Akhwat…hhiks..sedih banget ngeliat keadaan teman-temanku kayak gini…

Mereka gak takut apa ama hukuman Allah, beuh, buat ngebayanginnya aja aku udah kagak sanggup, hhu…

Pernah dapet artikel juga dari kontak MP-ku :

GUNAKAN HIJABMU WAHAI SAUDARIKU…..

Di bawah ini keterangan bagaimana hijab yang syar’i, yang telah diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla padamu. jangan biarkan hijab anda seperti apa yang mereka kehendaki, dengan alasan cinta dan kasih sayang.

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menghendaki jilbab itu sebagai penutup tubuhmu dari pandangan matamata serigala, penjaga rasa malu, dan memelihara kehormatanmu. Karena itu, jangan anda campakkan rasa malu itu dengan menjauhi perintah-Nya, sebaliknya pegang teguhlah perintah itu, karena perasaan malu selalu membawa kepada kebaikan.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari – Muslim dari “Imran bin Hushain Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَيَاءُ لاَيَأْتِيْ إِلاَّ بِخَيْرٍ

“Tidaklah rasa malu itu ada, kecuali selalu mendatangkan kebaikan”.

Demikian juga Imam Hakim dan yang lainnya mengeluarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiallahu anhuma, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْحَيَـاءُ وَالإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِيْعًا, فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلآخَرُ.

“Perasaan malu dan iman itu selalu berdampingan, bila salah satunya hilang, hilanglah yang lainnya”.

Maka peganglah dengan teguh perkara yang dapat membawa kebaikan dan mendekatkan diri anda kepada Allah Azza wa Jalla. Ketahuilah bahwa kehidupan di dunia ini adalah sementara, sedang kehidupan akhirat adalah kekal/selama-lamanya.jangan anda jual kenikmatan yang abadi itu dengan harta dunia yang sirna ini.

Allah Subhanahu wa ta’ala, berfirman:

وَمَـا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ اْلآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِيْنَ يَتَقُوْنَ أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَالأنعام :۳۲

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan sendau gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahami-nya?” (QS Al An’am : 32).

Berikut ini sifat hijab yang syar’i, saya mohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memberikan pertolongan kepada anda untuk memegang teguh padanya, dan menjadikan anda termasuk orang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikuti jalan yang baik.

1. Hijab itu hendaknya menutupi seluruh badan, dari atas kepala, sampai di bawah mata kaki, kecuali bagian-bagian yang dikecualikan oleh syariat.
2. Hendaknya jilbab itu luas dan longgar, sehingga tidak nampak bentuk tubuh dan anggota-anggota badan.
3. Kain jilbab itu harus tebal, sehingga tidak menampakkan warna kulit atau yang lainnya.
4. Tidak bersifat menghias tubuh yang menarik pandangan pria, karena tujuan jilbab itu sendiri adalah untuk menutupi keindahan tubuh.
5. Tidak menyerupai pakaian pria.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.
7. Tidak menyolok dan menarik pandangan orang.
8. Tidak memakai pewangi atau minyak wangi yang tercium baunya.

Demikianlah syarat-syarat jilbab yang Syar’i, yang masing-masing ada dalilnya baik dari Al Qur’an maupun Sunnah, dan sengaja tidak saya cantumkan supaya tidak terlalu panjang pembahasannya.

Untuk lebih jelasnya, saya sarankan anda membaca dengan teliti kitab “Hijabul Mar’atul Muslimah menurut Al Qur’an dan As Sunnah” yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, semoga Allah memanjangkan umur beliau, karena banyak manfaatnya bagi kaum muslimin. (Beliau rahimahullah sudah wafat, semoga ruhnya ditempatkan bersama para syuhada dan shalihin, amin, pent).

Referensi: Buku “Membina Keharmonisan Berumah Tangga Menurut Al Qur’an dan Sunnah dan Bahaya Emansipasi Wanita” Hal. 23-28 Penerbit Cahaya Tauhid Press, Malang)

————————————————————————————————————————————–

Terus kan mereka keluaran UQ, so, otomatis mereka pasti tau ayat ini :

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginann (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung. (An-Nur : 31)

Tapi kenapa mereka masih berani begitu??? Haduuuh, aku kagak abis pikir deh, di FS itu kan entah berapa banyak orang yang melihat aurat mereka yang tadinya udah tertutup, eh, malah jadi terumbar lagi. Lucunya, disitu juga ada foto mereka make jilbab, jadi kan bingung,

“Nih orang sebenernya pake jilbab atau kagak sih?”

Trus kok mereka gak malu, malah mungkin terkesan bangga dan berusaha memperlihatkan (baca : memamerkan) sesuatu yang bukan hak orang lain untuk melihatnya, haduuuuh, ampuni mereka Yaa Affuw, Yaa Ghoffar…

Kemana perginya
hidayah yang tadinya udah kau berikan pada mereka, Wahai Allah..

Padahal mereka bisa dapet hidayah lebih dulu dan lebih mudah daripada aku yang susaaaaaaaah banget ketemu hidayah, sekalinya ketemu ogah ditangkap, tapi Alhamdulillah sekarang udah ketemu, semoga hidayahnya tetep betah en’ istiqomah, aamiin…

Padahal kataku mereka semua lebih anggun dan cantik dengan jilbab mereka itu, hhiks…

Kalian kemana kan kain lebar putih bersih,

Yang wujudkan ciri akhwat sejati,

Duhai kalian para ukhti?

Yaa Allah ampuni kawan-kawanku itu…

Yaa Allah kembalikan mereka lagi ke jalanMu…

Yaa Allah beri mereka keistiqomahan dengan mengharap ridhaMu…

Yaa Allah bimbing mereka tuk menjadi akhwat sejati…

Yaa Allah sadarkan mereka, ketuk dan bukakan pintu hati…

Yaa Allah beri mereka teguran untuk mengerti,

Hakikat hidup ini…

Dunia ini..

Yang fana dan kan bertepi,

Juga hakikat kehidupan kekal,

Yang kan mereka jumpai nanti…

Dan Yaa Allah,

Ampuni Hamba juga,

Yang mungkin masih banyak kesalahan, khilaf, kekurangan, dst dsb,

Tapi udah sok begini,hiks…

Allahumma Aamiin…

Bogor, 6 September 2008/6 Ramadhan 1429 H at 23.31 pm

*Yaa Allah, sadarkan kawan-kawanku dan berikan keistiqomahan pada kami semua, para calon bidadari surga, hhiks..Allahumma Aamiin…Aamiin..Aamiin..dengarkanlah, kabulkanlah, perkenankanlah Yaa Mujib…*

Iklan

56 responses to “Kemana jilbabmu, ukhti? T____T

  1. maydays said: ya miris juga klw ajaran2 islam yang udah capek2 ditanamkan sama guru dianggap hanya berlaku di disiplin sekolah saja….

    Yap bener, belum ada kesadarannya. Seakan-akan make hanya karena takut ‘ketahuan’ guru. Padahal Allah selalu mengawasi di atas sana..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s