Surat Cinta Dari Ayah….^__________^

Bismillahirahmanirrahim…^________^

Kutulis ini dengan hati dan semangat baru, dimana aku merasa, ya, aku harus menjadi lebih baik mulai sekarang, ya, detik ini juga…

Hari ini…

Ketika sang matahari mulai bangun ke permukaan langit, kubuka mataku dengan masih diliputi berjuta tanda tanya, what will happen?

Kumulai hari dengan sapaan renyah adikku, menyambutku yang sudah Allah berikan lagi kesempatan untuk hidup hari ini…

“Cieee, yang Ulang Tahun..”, jelas terdengar di telingaku, tetapi mataku tetap ingin terkatup.

“…………………”, nyawaku belum sepenuhnya terkumpul.

“Kak, tuh ada sesuatu dari ayah..”, adikku melanjutkan.

Mendengar kata sesuatu, mataku sontak terbuka, kuarahkan pandangan ke segala penjuru kamar, kutemukan kertas diatas laptop dengan tulisan rapi dan besar khas goresan tangan ayahku…

”HAPPY BIRTHDAY, FATHIA”

Rasa penasaran memelukku dengan erat, tak sabar kuambil kertas tersebut. Benda itu merupakan beberapa lembar kertas yang di-hekter sedemikian rupa. Apakah isinya?

”Dapet uang ya kak dari Ayah?”, adikku bertanya.

”Gak tau, kayaknya mah enggak, kertas doang kok..”, aku menjawab sekenanya, berusaha membuka hekter yang membelenggu kertas.

Dengan cukup keras berusaha (dan menyebabkan kertasnya jadi robek), akhirnya rasa penasaranku terjawab sudah, dengan apa yang sedang kulihat.

Rasanya meledak gembiraku, benar kata adikku, didalamnya terdapat beberapa lembar uang yang bagi anak seumurku amatlah besar, Alhamdulillah… gumamku dalam hati, karena aku memang sedang membutuhkan sejumlah uang.

Kulanjutkan dengan membaca kertas yang terdiri dari 4 lembar itu..

Mau tau isinya? 😀

Niiiiih…^_____^

27 Maret 2008

My Dearest Fathia…

Inspiring Story

Hati seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya

Tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya,

Yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk,

Disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada Ayahnya,

“Mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian bungkuk?”

Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : ”Sebab aku laki-laki.”

Itulah jawaban Ayahnya.

Ayah wanita itu bergumam : ”Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu,

Terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan :

”Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki.”

Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Anak itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi.

Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut.

Namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

”Saat Ku-ciptakan laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga, serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh, dan terlindungi.”

”Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang, menghidupi seluruh keluarganya. Kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

”Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih,
agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia harus berjuang keras demi mendapatkannya.”

”Ku-berikan keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah.

Demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya sang matahari..

Demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan…

Karena tersiram hujan dan hembusan angin…

Dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi senyuman keluarganya..

Dan yang selalu dia ingat adalah disaat semua orang menanti kedatangannya..”

”Ku-berikan kesabaran, ketekunan, serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya.

Walaupun disetiap perjalanan hidupnya,

Keletihan dan kesakitan kerap kali menyerang…”

”Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga. Perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan ingatan bila saat dia sedang menepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara..”

”Ku-berikan kebijakan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya agar tetap berdiri, bertahan, dan saling melengkapi serta saling menyayangi dalam keluarganya..”

”Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup dalam keluarga bahagia & badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan bahwa sebagai laki-laki senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaanya, kekuatannya,keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya..”

”Ku-berikan pada laki-laki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya sebagai tanggung jawab dan amanah di Dunia dan Akhirat..”

Dalam setiap langkah dan usahanya, tak lupa senantiasa dia sisipkan doa :

”Ya Allah…terima kasih Engkau telah amanahkan kepadaku anak-anakku…, Lindungi mereka, sehat jiwa dan raga mereka, cerdaskan mereka, cukupkan rezekinya, dekatkan jodohnya, panjangkan usianya, jagalah dan peliharalah hati dan imannya, pikirannya, lisannya, penglihatannya, pendengarannya, dan langkahnya…jadikan mereka pemimpin bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa…selamatkan mereka, di dunia kini dan di akhirat kelak…”

Fathia-ku…

Selamat Ulang Tahun yang ke-15..

Raihlah segala yang terbaik dalam hidupmu…

Semoga limpahan kebahagiaan serta keberkahan senantiasa bersamamu…

Amiiin..

Teriring salam dan doa dari :

Ayah & Ibu + Abang..

Tak dapat membendung air mata yang tak terkira rasanya, perasaan hangat menjalar keseluruh tubuh, kularikan diri menuju kamar mandi, menumpahkan air mata luapan emosi dan rasa cinta..

Ah Ayah, dirimu selalu begitu dari dulu, selalu saja jika ku-Ulang Tahun, kejutan manis terselip dari sisi romantismu..

Kutatap lekat-lekat wajah yang nampak di cermin…

Fathia..

Hari ini kau tambah umur…

Tentu saja kau harus bersyukur..

Dalam hati aku bergumam, sambil menatap wajah yang berhias buliran air mata..

”Mengapa perempuan selalu berteteskan air mata?”

Ah, pikiran konyol, kuusap cepat buliran basah itu dan beranjak kembali menuju kamar..

Tampak adikku tengah membaca kertas tersebut, penuh tanda tanya kumelihatnya, tampak rona mukanya berubah, dia lemparkan saja kertas itu.. Bang, aku tahu kau menahan haru, tapi aku ingat, kau harus kuat, karena kau lelaki…

Kusimpan cepat kertas tersebut kedalam tas…

Aku punya Ayah hebat…

Yang romantis dan penuh cinta.. 😀

Walaupun kau punya sisi galak juga,

Ah…tapi kau tetap yang kupuja..

Ayah..

Ayah..

Ayah..

Manisnya sejuta cokelat,

Takkan mampu mengalahkan,

Manisnya cintamu Yah…

Takkan kubiarkan kerutmu nampak,

Tanpa cinta ada padamu Yah..

Takkan kubiarkan bungkukmu nyata,

Tanpa ada siraman hangat tawa padamu Yah..

Aku tahu,

Selama ini kau memendam rindu,

Pada kami,

Keluargamu..

Saat kau menembus pekatnya shubuh,

Kami keluargamu, masih sibuk dalam dunia mimpi..

Saat kau berjuang mengalahkan gulitanya malam,

Kami keluargamu, menarik selimut tak menunggumu…

Kami jahat padamu Yah..

Amat jahat..

Seharusnya,

Bukan kau yang bangga,

Memiliki anak sepertiku..

Tapi aku,

Yang seharusnya bangga,

Mempunya teladan,

Sebaik Ayah…

Ayah..

Ini jujur..

Ini nyata…

Ini fakta..

Ini bukan dusta belaka..

Aku mencintaimu Yah, amat cinta..

Ya..

Aku mencintaimu karena Ia..

Karena Allah yang penuh cinta…

Peluuuuk erat dariku Yah..

Jazakallah khair Ayah..

^_____________^

Wassalamualaikum..

Bogor,,27 Maret 2008.. at 10.16 pm

Ketika umurku bertambah, barulah aku tersadar…

Aku punya Ayah yang hebat! 🙂

Iklan

22 responses to “Surat Cinta Dari Ayah….^__________^

  1. Subhanalllah……….ayah fathia romantis bener………wah………mau kursus ” ayah” dong sama ayahnya Fath…….hehehesebulan berapaan ? !

  2. achfan said: Subhanalllah……….ayah fathia romantis bener………wah………mau kursus ” ayah” dong sama ayahnya Fath…….hehehesebulan berapaan ? !

    hhe…baru nyadar juga sih aku, ternyata si ayah itu tipe lelaki romantis.. :Dwah, kurang tau tuh…tanya langsung aja ama orangnya.. :))

  3. achfan said: Subhanalllah……….ayah fathia romantis bener………wah………mau kursus ” ayah” dong sama ayahnya Fath…….hehehesebulan berapaan ? !

    ikutan kursus boleh yach:D

  4. Wah…aku seorang ayah dengan 3 anak !!! luar biasa ..ayah Fathia !!! ttp itu bener ..atau ..memang pinternya Fathia bertutur bahasa ??? Salam !!

  5. sam234 said: Wah…aku seorang ayah dengan 3 anak !!! luar biasa ..ayah Fathia !!! ttp itu bener ..atau ..memang pinternya Fathia bertutur bahasa ??? Salam !!

    hhe…wah pak, semoga bisa jadi ayah yang baik untuk anak”nya..jazakallah pak.. :))

  6. Ayah Fathia romantis……….. itu bener. Dan emang bener juga nurun ke Fathia. Jadi Like Daugther Like Father dung……..Selamat Ulang tahun yang ke 17 ya kak Fathia pada 28 Maret 2009 kemarin. eeeeeeeeeeeeeeeeeeh ngomong2 kak Fath dah punya pacar beloooooooooooooooooom ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s